oleh

DPRD DKI Usul Bantuan Sembako Diganti Uang Tunai

indonesiakita.co – Komisi A DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar pemberian bantuan sembako kepada warga dirubah menjadi uang tunai. Karena langkah ini dinilai salah satu cara yang paling efektif dalam melakukan penyaluran bantuan.

“Bentuk Bantuan Langsung Tunai (cash transfer) ada beberapa keuntungan dalam penyaluran, pemerintah daerah terhindar dari kesulitan untuk menyediakan dan mendistribusikan bahan kebutuhan pokok warga secara langsung,” ujar Ketua Komisi A DPRD Mujiyono, hari ini.

Diketahui, bantuan tersebut disalurkan untuk warga terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diganti dengan bantuan langsung tunai (BLT), dimana pada tahap PSBB pertama, Bansos yang didistribusikan Pemprov DKI berupa kebutuhan pangan.

Mujiyono menabahkan, bahwa keuntungan Pemprov DKI memberikan bantuan tunai karena akan menghemat dari biaya pengemasan sembako. Lagi pula, imbuhnya, warga memiliki kebebasan untuk memilih pangan sesuai kebutuhan mereka jika diberikan bantuan tunai.

“Warga penerima mendapatkan kebebasan untuk menentukan prioritas kebutuhannya masing-masing selama pandemi Covid-19. Kebutuhan anggaran selama 1 bulan untuk pelaksanaan BLT adalah sebesar Rp 714,39 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 1.194.633 kepala keluarga. Setiap KK mendapat Rp 598 ribu,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed