oleh

Kartu Prakerja Beri Rp 5,6 T ke Ruangguru, Demokrat: Sama dengan Mencuri di Siang Bolong!

indonesiakita.co – Kontroversi penyelenggaraan Kart Prakerja terus menjadi perhatian publik. Bahkan, berbagai tanggapan adanya dugaan penunjukan langsung yang dilakukan oleh pemerintah terhadap pihak swasta terus mewarnai sosial media.

Tak sedikit juga pihak yang meminta perlunya evaluasi, karena dinilai memiliki unsur konflik kepentingan dalam program ini.

Bahkan, nama mantan Staf Khusus Presiden, Belva Delvara diduga kuat memiliki kepentingan dalam program Kartu Prakerja. Sebab, Belva adalah CEO Ruang Guru yang menjadi salah satu platform penyedia pelatihan online itu. Masyarakat menilai Belva tidak memiliki integritas sebagai pejabat negara.

Menanggapi hal ini, politisi Partai Demokrat, Benny K Harman jika benar langkah tersebut menganai penunjukan langsung dari pemerintah kepada pihak Ruangguru, hal ini menjadi tontonan bagi masyarakat.

“Selamat pagi republik. Kini jadi terang benderang, ternyata pemerintah menunjuk langsung pihak swasta, tanpa tender, menangani kartu prakerja senilai Rp 5,6 T. Ini jika betul sama dengan mencuri di siang hari bolong. Sedihnya, itu di depan mata KPK. Quo Vadis KPK?Rakyat Monitor,” tegasnya.

 

Sumber: Twitter @BennyHarmanID

Sebelumnya diketahui, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, penunjukan mitra dalam pelaksanaan program tersebut sudah sesuai dengan aturan main.

Panji menjelaskan jika sifatnya penunjukan, maka pemerintah akan memberikan dana kepada platform digital untuk menyelenggarakan program kartu prakerja.

Namun, dalam sistem kartu prakerja anggaran pelatihan diberikan langsung kepada peserta.

“Mungkin kita harus melihat konsepsi dari program ini. Ini adalah bantuan langsung ke masyarakat, jadi masyarakat itu diberikan bantuan oleh pemerintah bukan penyedia jasa nya tapi pengguna jasa,” kata Panji dalam video teleconference di Jakarta, Kamis (23/4/2020). (Fel)

Komentar

News Feed