oleh

Eropa, AS dan Australia Tuntut China Soal Covid-19, Adhie Massardi: Ganti Ruginya Pasti Besar!

indonesiakita.co – Virus Corona atau Covid-19 pertama kali disebut-sebut ditemukan di Wuhan, China. dan kemudian virus ini menyebar bagaikan angin tak terarah ke berbagai belahan dunia, baik Eropa, Amerika Serikat, Afrika, Australia, dan tentunya Asia termasuk Indonesia.

Kini, sejumlah negara menuntut negara tirai bambu tersebut atas peristiwa yang menelan banyak korban di Dunia 29 April 2020, setidaknya ada 3,1 Juta Kasus, 951.030 Sembuh, 217.094 Meninggal.

Presiden AS Donald Trump mengklaim dirinya memiliki bukti yang menghubungkan Covid-19 dengan sebuah laboratorium di kota Wuhan, China.

Dalam konferensi pers yang dilakukan Kamis (30/4/2020), Trump mengatakan jika ia melihat sesuatu yang membuatnya sangat percaya bahwa Institut Virologi Wuhan adalah asal wabah. “Ya, ya saya lihat,” tegasnya dikutip dari AFP.

Kendati mengetahuinya,Trump enggan menjawab lebih rinci. “Saya tidak bisa memberi tahu Anda tentang ini. Saya tidak diizinkan memberi tahu kepada Anda (wartawan) soal ini,” jelas Trump.

Tak hanya AS, Australia juga menuntut transparansi China dalam penyelidikan internasional mengenai asal-usul dan penyebaran Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne.

Karena di negara Kangguru itu, setidaknya lebih dari 6.600 orang terinfeksi virus corona di Australia yang mengakibatkan 70 orang meninggal. Menteri Luar Negeri Marise Payne kepada Australian Broadcasting Corp menyampaikan tindakan China itu harus diselidiki secara menyeluruh.

“Kunci untuk memahami krisis ini adalah transparansi, tentu saja, transparansi China. Sikap transparansi dari negara-negara penting di seluruh dunia akan menjadi bagian dari tiap tinjauan yang dilakukan. Saya pikir adalah penting mengidentifikasi dan menentukan mekanisme peninjauan independen dalam mengevaluasi epidemi itu hingga menjadi pandemi,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi desakan sejumlah negara kepada China, mantan juru bicara presiden KH Abdurrahman Wahid, yakni Adhie Massardi menilai kekuatan sejumlah negara yang mendesak pertanggunjawaban China atas virus corona tersebut bukan sekedar main-main. “Rencana USA, Eropa dan Australia minta gantirugi ke komunis China gara2 bercanda dng virus bukan SambalGertak,” tulis Adhie pada akun Twitternya, kemarin.

Bahkan menurutnya, jika tuntutan tersebut berhasil, angka yang keluar tentunya tidak sedikit. Mengingat tak hanya kematian banyak korban jiwa, melainkan mersak tatanan ekonomi pada banyak negara. “Jumlah tuntutan pasti besar sekali, karena yang saya bayangkan nanti gabungan USA, Eropa & Australia kirim DebtCollector ke China naik sejumlah kapal induk,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed