oleh

Peneliti Inggris Sebut Ibu Kota Baru Pilihan Jokowi Rawan Tsunami

indonesiakita.co – Rencana pemindahan Ibu Kota Baru yang terus digaungkan pemerintah telah mendapat banyak penolakan publik. Terlebih pembahasan tersebut masih dilakukan pada saat pandemi corona.

Kini, peneliti asingpun menilai lokasi ibu kota baru tersebut memiliki daerah yang beresiko tinggi. Hal ini diungkapkan oleh tim peneliti Inggris yang telah mengidentifikasi ancaman tsunami di Selat Makassar, antara pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Diketahui. wilayah itu adalah merupakan lokasi ibu kota baru yang diusulkan oleh pemerintahan Joko Widodo. Adapun dalam data tersebut, peneliti telah menganalisa geologis yang mencakup lebih dari 2,5 juta tahun untuk menunjukkan sumber tanah longsor bawah air yang berulang. Tanah longsor diduga terjadi setiap 160.000 tahun.

Peneliti mengatakan jika tanah longsor terulang, maka dapat memicu tsunami yang cukup besar untuk merendam Teluk Balikpapan. Dilansir dari Express, tim peneliti, yang dipimpin oleh tim dari Universitas Heriot-Watt di Edinburgh Inggris mengatakan masyarakat pesisir menjadi paling berisiko karena tak ada sistem peringatan dini tsunami.

Peneliti Universitas Heriot-Watt, Uisdean Nicholson mengatakan pihaknya masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menilai situasi itu dengan benar.

“Ini adalah sesuatu yang mungkin harus dimasukkan oleh pemerintah Indonesia pada daftar risiko di suatu tempat, masuk ke tingkat yang tinggi,” jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa sejauh ini, dirinya dan tim telah menemukan bukti setidaknya 19 tanah longsor kuno di dasar laut Selat Makassar. Sementara itu, Rachel Brackenridge, yang mengambil bagian dalam penelitian itu  mengaku pihaknya menemukan bukti tanah longsor kapal selam terjadi lebih dari 2,5 juta tahun.

“Fenomena itu terjadi setiap 160.000 tahun atau lebih dan berukuran sangat besar. Tanah longsor terbesar terdiri dari 600 kilometer kubik sedimen, sedangkan yang terkecil yang kami identifikasi adalah lima kilometer kubik,” tegasnya.

Menurutnya, tanah longsor terbesar disebut menghasilkan puing-puing yang cukup untuk memenuhi pelabuhan Sydney 1.000 kali lipat. Para peneliti khawatir Teluk Balikpapan berpotensi memperkuat kekuatan tanah longsor di masa depan. (Waw)

Komentar

News Feed