oleh

Pemprov DKI Pertegas Penggunaan Sekolah untuk Isolasi ODP

indonesiakita.co – Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susie Nurhati menyatakan bahwa sekolah akan digunakan untuk isolasi bagi pasien dengan kategori orang dalam pemantauan (ODP). Hal ini menanggapi adanya usulan bahwa sekolah akan digunakan untuk  isolasi pasien terkait virus Corona.

Dimana usulan tersebut dimunculkan oleh lurah dan camat setiap wilayah di Jakarta. “Sekolah itu digunakan bukan untuk penderita positif (Covid-19), tapi untuk ODP yang harus diisolasi karena tempat tinggalnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri,” tegasnya, hari ini.

Meski memang menurutnya, saat ini belum mengetahui sejumlah status dari sejumlah sekolah yang diajukan. Sebab persyaratan layak atau tidaknya sekolah jadi lokasi isolasi ODP berdasarkan keputusan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.”Sepanjang memenuhi protokol penanganan Covid-19, silakan digunakan. Bagi yang positif kan sudah ada protap yaitu dijemput dengan ambulans dan dibawa ke rumah sakit,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah sekolah untuk akomodasi tenaga medis dan isolasi pasien terkait virus Corona atau Covid-19. Lokasi yang disediakan tersebar di lima kota administrasi dan satu kabupaten di Jakarta.

Hal tersebut telah diterbitkan dalam surat instruksi Nomor 4434/-1.772.1 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana pada Senin, 20 April 2020.

Nahdiana menyatakan, surat tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Nomor 29 Tahun 2020 tentang Penyediaan Akomodasi dan Fasilitas Pendukung Bagi Tenaga Kesehatan yang Terlibat Penanganan Covid-19.

“Dengan ini saya laporkan daftar lokasi yang akan digunakan sebagai akomodasi tenaga medis dan daftar sekolah yang akan digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19,” kata Nahdiana yang dikutip dari surat itu. (Waw)

Komentar

News Feed