oleh

Anak-anak Ternyata Lebih Stres Belajar dengan Orang Tua

indonesiakita.co – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menjelaskan, bahwa  banyak anak-anak yang mengalami stres setelah menjalani pembelajaran oleh orangtua di rumah. Hal ini tentunya sebagai dampak dari penyebaran virus corona di Indonesia yang mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia.

“Banyak anak-anak yang mengalami stres, tertekan. Salah satunya adalah kadang di dalam cara orangtua menghadapi putra putri tercinta para orangtua sekarang harus menjadi guru tiba-tiba di dalam rumah,” ujarnya di Kantor BNPB, Jakart Timur, hari ini.

Sosok yang akrab disapa ‘Kak Seto’ ini menambahkan, anak-anak merasa tertekan karena cara orangtua cenderung melakukan pemaksaan dalam memberikan pembelajaran, meski sebetulnya pemeksaan tersebut agar anak dapat mengerti apa yang disampaikan.

“Dan kemudian mencoba untuk menjelaskan, menerangkan, kadang kadang memaksa hak ini dicapai oleh putra putri sendiri sehingga akhirnya yang muncul adalah anak-anak tertekan,” sambungnya.

Adapun dengan kondisi seperti saat ini, menurutnya ada beberapa anak menginginkan kembali diajar oleh guru-guru mereka. Sebab, cara pengajaran para guru yang lebih persuasif dan kreatif membuat anak-anak nyaman untuk diajar.

“Beberapa rindu kembali ke sekolah, bertemu dengan ibu guru atau bapak guru yang menjelaskannya lebih nyaman, lebih tenang, lebih kreatif dan sebagainya,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed