oleh

Aktivis Ravio Patra Dibebaskan, WhatsAppnya Sempat Diretas Sebelum Ditangkap

indonesiakita.co – Peneliti kebijakan publik Ravio Patra akhirnya dibebaskan oleh pihak kepolisian. Setelah sebelumnya ditangkap pada Rabu 22 April 2020 lalu karena diduga menyebarkan informasi ujaran kebencian.

“Pertama saya mengucapkan turut bergembira saudara Ravio Patra sudah dibebaskan sudah belalui proses mengkhawatirkan untuk sebagian orang,” ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD

Ia menjelaskan, bahwa kasus Ravio Patra harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan yang disebar kepada masyarakat. “Harus jujur sekarang di tengah masyarakat banyak sekali berita-berita yang sangat provokatif mengajak masyarakat ribut itu tak bisa dihindari,” tegasnya.

Meski memahami soal kritikan, namun menurutnya, saat ini banyak kritik yang sengaja dilakukan untuk memecah belah bangsa.”Kita harus sama-sama menjaga negara ini, oleh sebab itu kita harus berhati-hati untuk aparat dan masyarakat sipil mari kita kerja sama untuk negara ini,” tutupnya.

Ravio ditangkap pihak kepolisian di kawasan Menteng, Jakarta Selatan pada Rabu 22 April 2020. Ia ditangkap berawal dari laporan DR yang mengaku telah menerima pesan Whatsapp untuk melakukan panjarahan.

Berdasarkan penelusuran kepolisian, penyebar pesan tersebut dari nomor Ravio. Ia kemudian ditangkap oleh jajaran kepolisian. Belakangan Ravio dibebaskan pada Jumat 24 April 2020 dengan status sebagai saksi.

Namun, sebelum penangkapan, tersiar kabar bahwa HP Ravio diretas oleh pihak tertentu melalui akun WhatsAppnya. Ia kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak WhatsApp. (Waw)

Komentar

News Feed