oleh

Dua Stafsus Milenial ‘Minggat’ dari Istana, PKS: Pak Presiden Tanggung Jawab!

indonesiakita.co –  Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menanggapi mundurnya Staf Khusus Presiden Jokowi, yakni Andi Taufan. Ia meminta banyak p[ihak melakukan pengecekan terhadap langkah yang diambil Taufan

“Pertama, kita mengapresiasinya. Kedua, perlu dicek apakah ada tekanan,” kata Mardani, hari ini di Jakarta.

Hal tersebut penting, karena menurutnya keberadaan stafsus milenial punya banyak catatan. Selain Andi, stafsus minelial lainnya, Belva Devara juga sudah mundur karena keterlibatan perusahaannya ruangguru dalam proyek kartu Prakerja pemerintah. “Ini menunjukkan bahwa pengangkatan stafsus punya banyak catatan. Sudah ada dua yang mundur. Bisa jadi ada lagi,” sambungnya.

Mardani melanjutkan, bahwa masalah ini adalah kesalahan Presiden Jokowi karena tidak bisa membina anak buahnya. “Komen saya, yang salah bukan prajurit tetapi jenderalnya. Pak Presiden perlu bertanggung jawab pada pembinaan stafsusnya,” tukasnya.

Sebagai informasi, Andi Taufan Garuda Putra akhirnya mundur dari posisi Staf Khusus Presiden Joko Widodo atau Jokowi. ia merupakan CEO PT Amartha sebelumnya dikritik karena membuat surat kepada para camat se Indonesia, terkait kerjasama soal penanganan wabah Covid-19.

Dimana Andi Taufan meminta para camat mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek dalam menangani virus corona (Covid-19). Perusahaan itu diketahui milik Andi.

“Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020,” kata Andi Taufan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4) lalu. (Waw)

Komentar

News Feed