oleh

Anggota DPR Bongkar ‘Akal-akalan Potongan’ Pada Kartu Prakerja

indonesiakita.co – Proses pemberian manfaat program kartu prakerja dinilai terlalu rumit. Hal ini terlihat dari banyaknya potongan yang harus dikembalikan kepada para peserta penerima manfaat.

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amin AK mengkhawatirkan, justru hal ini menyulitkan calon pendaftar. “Apakah mesti seperti itu? Apalagi kita tahu kan saat ini pelatihannya akan dilakukan secara virtual. Apa tidak sebaiknya uang tersebut disampaikan utuh kepada si penerima tanpa dipotong, dikembalikan untuk pelatihan. Kalau toh memang memerlukan pelatihan itu, dianggarkan tersendiri dan tidak memotong kepada hak si penerima itu,” ujarnya, hari ini.

Menurutnya, seharusnya masyarakat lebih banyak mendapat manfaat dibanding potongan tersebut karena mereka pada dasarnya saat ini lebih membutuhkan uang tunai dibanding pelatihan-pelatihan.

“Nanti yang berhak menerima sejumlah berapa dan berapa yang harus dikembalikan dalam bentuk pelatihan dan pelatihannya seperti apa? Apakah riil biayanya sebesar itu untuk melatih dan sejauh mana juga kemanfaatannya untuk orang yang menerima ini, apakah benar-benar dari pelatihannya nanti langsung aplikatif-able gitu, bisa diterapkan apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Kartu prakerja dalam pemahaman yang diberikan pemerintah adalah bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilannya di berbagai bidang. Di mana pemilik kartu ini atau peserta selama pandemi ini akan mendapat manfaat sebesar Rp 3.550.000 per orang yang rinciannya sebesar Rp 1.000.000 sebagai biaya bantuan pelatihan.

Kemudian Rp 600.000 setiap bulan merupakan insentif penuntasan pelatihan yang akan diterima selama empat bulan serta survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000. Sisanya baru akan bisa digunakan ketika si penerima sudah mengikuti minimal satu kali pelatihan. (Fel)

Komentar

News Feed