oleh

Istana ‘Kembali’ Klarifikasi Pernyataan Jokowi, Kali Ini Soal Mudik dan Pulang Kampung

indonesiakita.co – Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo yang membedakan antara mudik dan pulang kampung. Ia mengatakan, bahwa terdapat perbedaan makna dalam kedua istilah tersebut.

Menurutnya, mudik yang dimaksud Presiden ialah tradisi bertemu keluarga di kampung. “(Mudik) Sifatnya sementara (liburan) dan akan kembali lagi ke Jabodetabek. Sedangkan pulang kampung adalah kembali ke kampung secara permanen karena kehilangan pekerjaan di Jabodetabek,”ujarnya, hari ini.

Meski membedakan makna keduanya, Dini mengatakan sudah semestinya masyarakat tak mudik atau pulang kampung di saat pemerintah memberlakukan larangan mudik yang dimulai sejak 24 April pukul 00.00 WIB. “Kalau mau pulang kampung harus di luar periode mudik. Dan harus tetap mengikuti protokoler PSBB. Harus ada laporan, mengikuti protokoler kesehatan dan karantina 14 hari di daerah tujuan atau kampungnya,” lanjut dia.

Diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya menyebutkan bahwa mudik berbeda dengan pulang kampung. Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan mengapa pemerintah tak melarang masyarakat mudik sejak penetapan tanggap darurat Covid-19, sehingga mata rantai penularan ke daerah bisa terputus sejak awal.

“Kalau itu bukan mudik. Itu namanya pulang kampung. Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan, ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung, jadi mereka pulang,” kata Jokowi menjawab pertanyaan Najwa Shihab dalam program Mata Najwa yang tayang pada Rabu (22/4/2020).

Sementara itu, pegiat dan pencinta bahasa Indonesia Ivan Lanin menanggapi hal ini, Ia mengatakan, bahwa kamus sudah mati ketika politikus mendefinisikan sendiri sebuah arti kata.

“Kamus sudah mati ketika politikus mendefinisikan sendiri arti kata; ketika para pendengung sibuk mencari pembenaran; ketika para pengikut membeo mengiakan; ketika kepentingan mengalahkan kebenaran; dan ketika aku tidak sanggup berteriak,” kata Ivan Lanin dalam statusnya, Rabu (22/4/2020).

Pria yang akrab disapa Uda Lanin ini juga mengubah foto profilnya dengan gambar tulisan ‘Kamus Sudah Mati’. Hal serupa dilakukan pada akun Twitternya. Dia juga ingin menunggu aturan soal perbedaan makna dan istilah.

“Kita tunggu saja peraturan perundang-undangan yang menegaskan perbedaan makna istilah. Jangan bilang saya belum mengingatkan, ya,” kata Uda Lanin dalam cuitannya di Twitter, Rabu (22/4). (Fel)

Komentar

News Feed