oleh

Refly Harun Dicopot dari Komisaris Pelindo I Karena Kritik Stafsus Jokowi?

indonesiakita.co – Pemberhentian Refly Harun dari komisaris utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menyita perhatian publik. Pasalnya, Refli dinilai cukup keras mengkritik pemerintah.

Belakangan ini, Refli mengkritik Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda Putra yang mengirim surat kepada camat dengan kop Sekretaris Kabinet. Ia menilai ada konflik kepentingan karena lewat surat itu Andi Taufan menitipkan perusahaannya PT Amartha untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Namun, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral menegaskan bahwa pemberhentian tersebut bukan karena masalah kritik. “Keputusan itu tak ada sangkut pautnya dengan politik. Tak ada hubungannya dengan sikap pemerintah yang anti kritik. Pemerintah terbuka dengan setiap pendapat,” ujarnyam hari ini.

Sejak ditunjuk menjadi Komisaris Pelindo I pada 2017 lalu, Refly Harun yang juga pakar hukum itu memang tetap kritis terhadap pemerintah. Ia kerap mengkritik berbagai kebijakan atau langkah pemerintah lewat akun twitter atau pun pendapat di media massa.

Donny menambahkan, bahwa Menteri BUMN juga dalam jangka waktu tertentu juga dapat melakukan pergantian komisaris untuk lebih memperbaiki kerja perusahaan. “Saya bisa pastikan pemberhentian Refly Harun itu memang sekarang sudah waktunya. Ditujukan untuk Pelindo I lebih produktif, lebih efisien, lebih baik. Tak ada sama sekali alasan politik,” tutupnya.

Tak lagi menjabat sebagai komisaris, Refly pun  mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi, mantan menteri BUMN Rini Soemarno, dan Erick Thohir. “Trm ksh Rini Soemarno yg sdh mengangkat saya, trm ksh Erick Thohir yg sdh membehentikan, dan trm ksh Presiden Jokowi yg sdh mengkangkat dan memberhentikan. Izin berada di garis luar utk terus jadi peniup pluit. Pemerintah bener kita dukung, nggk bener kita kritik. Salam,”tulisnya. (Fel)

Komentar

News Feed