oleh

Tuanku Presiden.. Pakar, Negarawan, Ekonom Sebut Kartu Prakerja Tak Efektif!

indonesiakita.co – Program Kartu Prakerja Jokowi dinilai tidak efektif. Karena, saat ini yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat adalah uang tunai.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat ketenagakerjaan Universitas Airlangga, Hadi Subhan yang mengatakan, bahwa para pekerja kehilangan pendapatan karena terkena PHK oleh perusahaan yang merugi.

“Seharusnya dana bantuan diberikan berupa uang tunai. Karena saat wabah ini berlangsung pendapatan mereka akan menurun drastis,” ujarnya, hari ini.

Ia menjelaksan, bahwa dana pelatihan kartu sakti yang dipatok pemerintah sebesar Rp1.000.000 per orang dianggap terlalu besar. Sebab untuk membiayai 5,6 juta calon penerima kartu prakerja dibutuhkan dana fantastis hingga Rp5,6 triliun.

Sementara itu, untuk menciptakan pelatihan kartu prakerja yang murah bukanlah perkara sulit bagi pemerintah, seperti instansi pemerintah dapat menggandeng pihak swasta yang kompeten untuk meluncurkan aplikasi gratis terkait metode pelatihan kerja.

Adapun dampaknya yakni keuangan negara serta cakupan calon pelatihan kerja akan lebih luas. Selain itu, pemerintah juga harus memfokuskan perhatian pada kemampuan daya beli masyarakat dalam mengakses kebutuhan bahan pangan. Sehingga kegiatan pelatihan momentumnya menjadi tidak tepat untuk dilakukan di tengah ancaman wabah virus asal kota Wuhan. “Kalau mekanisme kartu prakerja sekarang, terlalu memboroskan uang negara,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed