oleh

DPR Kecewa! Pemerintah Tega Sunat Dana BOS untuk Penanganan Corona

indonesiakita.co – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PPP, Illiza Sa’adudin Djamal mengaku tak habis pikir dengan dipotongnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk penanganan wabah corona. Menurutnya, seharusnya da cara lain dengan tidak mengurangi bantuan untuk pendidikan.

“Anggaran yang mana yang mungkin untuk dipotong bukan dipaksakan semua dipukul rata bisa dipotong,” ujarnya, dikutip dari keterangannya.

Adapun pos lain yang menurut Illiza bisa dipotong di antaranya anggaran infrastruktur, perjalanan dinas, hingga anggaran kegiatan bimbingan teknis (bimtek).

Anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR ini khawatir, pemotongan dana BOS akan berdampak buruk terhadap guru, terutama guru honorer yang bergaji kecil. Apalagi, menurutnya banyak pendapatan guru honorer di daerah masih di kisaran Rp400 ribu sampai Rp1 juta per bulan. “Hal ini menambahkan sakit dan kondisi mereka lebih memprihatinkan di masa pandemi covid-19,” ttambahnya.

Ia menilai, seharusnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), mampu bisa memberi jaminan perlindungan terhadap kondisi para guru bergaji rendah tersebut. Dengan pemotongan dana BOS, justru dikhawatirkan memperburuk kondisi ekonomi dan mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Diketahui sebelumnya, pemerintah memotong pos anggaran tunjangan bagi guru hingga Rp3,3 triliun lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020.

Dimana dalam Perpres itu tersebut, tunjangan guru setidaknya dipotong pada tiga komponen yakni tunjangan profesi guru PNS daerah dari yang semula Rp53,8 triliun menjadi Rp50,8 triliun, kemudian penghasilan guru PNS daerah dipotong dari semula Rp698,3 triliun menjadi Rp454,2 triliun.

Pemotongan juga dilakukan terhadap tunjangan khusus guru PNS daerah di daerah khusus, dari yang semula Rp2,06 triliun menjadi Rp1,98 triliun. (Waw)

Komentar

News Feed