oleh

Pemerintah Ekspor APD, IDI: 80 Tim Medis Terpapar Corona Karena Minim APD!

indonesiakita.co – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membentuk tim audit guna menelusuri data ril tenaga medis yang meninggal dunia. Selain itu, juga terkait tim medis yang terdampak Covid-19.

“Data mengenai siapa saja yang tepapar justru kita dapat informasinya dari bawah, dari dokter-dokter yang bekerja di rumah sakit masing-masing menyampaikan kepada kami (IDI). Dan siapa saja yang meninggal dunia karena Covid-19 ini,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih, kemarin., di Jakarta.

Diketahui, sampai saat ini, tenaga medis yang meninggal akibat corona sebanyak 24 orang. Kemudian petugas kesehatan yang terinfeksi di Jakarta sudah melebihi 80 orang.

“Terus terang karena kami tidak mendapatkan data langsung dari pemerintah. Terakhir yang meninggal karena Covid-19 yang kami dapat informasi sebanyak 24 orang, kemudian yang terpapar infeksi di Jakarta saja sudah melebihi 80 petugas kesehatan,” imbuhnya.

Daeng mengungkapkan sebanyak 46 tenaga medis di RSUP Kariadi, Semarang terular corona/ Mereka tertular dari salah seorang dokter spesialis yang terlebih dahulu terkena virus mematikan itu. “Berita terakhir, dari RS Kariadi ada 46 orang dokter terpapar karena berasal dari satu dokter PPDS yang terpapar,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, setelah IDI apat bersama dengan Koligium. Maka hasil dinyatakan bahwa 50 persen tenaga medis baik konsulan, maupun PPDS sudah terpapar corona.

Adapun menurutnya faktor kemungkinan berakibat dari minimnya Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan oleh para tenaga medis dalam menangani pasien.  Salah satunya ia sebut seperti seorang dokter THT di Makassar waktu memeriksa pasien dengan APD yang terbuat dari plastik biasa. Tidak sesuai dengan standar.

“Termasuk berita yang dokter THT di Makassar itu dulu tertular waktu mengerjakan atau memeriksa pasien dengan APD yang terbuat dari plastik biasa. K‎ata kawan-kawan makasar beliau menggunakan APD tidak standar,” pungkasnya.

Namun ironisnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tetap menyatakan Indonesia akan mengekspor alat pelindung diri (APD) untuk negara-negara yang memiliki kontrak kerja dengan Indonesia mendapat sorotan publik. Diketahui, hal ini ia sampaikan melalui video conference pada Selasa (12/4) lalu.

Sri menjelaskan, bahwa Indonesia memiliki kewajiban mengekspor APD kepada negara-negara mitra (partner) seperti Jepang dan Korea Selatan sesuai dengan perjanjian bilateral yang telah disetujui sebelum merebaknya wabah virus corona.

“Indonesia termasuk negara produsen APD terbesar di dunia, kontrak-kontrak dengan negara lain akan coba kita penuhi tanpa mengorbankan kebutuhan APD dalam negeri,” ujarnya.

Sri juga menambahkan, bahwa RI telah berkomunikasi dengan pemerintahan Jepang dan Korea Selatan dalam menjelaskan keadaan dan kebutuhan dalam negeri yang kian menanjak akibat kasus positif virus corona yang terus naik. (Fel)

Komentar

News Feed