oleh

KPK Minta Erick Thohir Tak ‘Omdo’ Soal Mafia Alkes!

indonesiakita.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir agar melaporkan informasi terkait adanya mafia alat kesehatan. Dimana hal ini sebelumnya sempat disinggung oleh Erick.

“Setiap informasi terkait hal tersebut agar dapat langsung disampaikan kepada Pengaduan KPK dan KPK tentu akan telaah dan dalami setiap informasi yang diterima,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri di Jakarta, kemarin.

KPK katanya, tetap berkomitmen mengawal pelaksanaan anggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, dan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba melakukan tindak pidana.

“KPK juga akan tegas terhadap pihak yang bermain-main terkait pengadaan barang dan jasa terutama terhadap kebutuhan Alkes (alat kesehatan) terlebih untuk situasi sekarang ini,” tegas Ali.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka-bukaan soal adanya mafia alat kesehatan. Mengingat menurutnya, bahwa saat ini di Indonesia alat kesehatan yang diimpor dari luar negeri hingga mencapai 90%.

“Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak, janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga tadi, alat kesehatan musti impor, bahan baku musti impor.

“Kalau kita tidak gotong-royong, tidak bangun bangsa kita dengan diri sendiri, memang bangsa lain peduli? Kita yang harus peduli pada bangsa kita. Jangan semua ujung-ujungnya duit terus, dagang terus, akhirnya kita terjebak short term policy. (Impor alat kesehatan) Didominasi mafia, trader-trader itu, kita harus lawan dan ini Pak Jokowi punya keberpihakan itu,” kata Erick melalui live streaming di akun Instagram miliknya, Kamis (16/4/2020) lalu. (Fel)

Komentar

News Feed