oleh

Menkeu Ekspor APD, Intervensi Stafsus Jokowi, Rizal Ramli: Amblas, Rakyat Bukan Lagi Prioritas!

indonesiakita.co – Langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tetap menyatakan Indonesia akan mengekspor alat pelindung diri (APD) untuk negara-negara yang memiliki kontrak kerja dengan Indonesia mendapat sorotan publik. Diketahui, hal ini ia sampaikan melalui video conference pada Selasa (12/4) lalu.

Sri menjelaskan, bahwa Indonesia memiliki kewajiban mengekspor APD kepada negara-negara mitra (partner) seperti Jepang dan Korea Selatan sesuai dengan perjanjian bilateral yang telah disetujui sebelum merebaknya wabah virus corona.

“Indonesia termasuk negara produsen APD terbesar di dunia, kontrak-kontrak dengan negara lain akan coba kita penuhi tanpa mengorbankan kebutuhan APD dalam negeri,” ujarnya.

Sri juga menambahkan, bahwa RI telah berkomunikasi dengan pemerintahan Jepang dan Korea Selatan dalam menjelaskan keadaan dan kebutuhan dalam negeri yang kian menanjak akibat kasus positif virus corona yang terus naik.

Menanggapi hal ini, ekonom senior Rizal Ramli mengaku tak habis pikir. Pasalnya, diketahui setidaknya, jumlah tenaga medis yang meninggal dunia di tengah wabah Covid-19 terus bertambah.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan hingga hari ini, total ada 23 dokter yang meninggal dunia karena terkonfirmasi positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona.

Hal ini tentunya berkaitan dengan perlengkapan APD yang sangat minim yang seharusnya digunakan oleh pada tenaga medis. “Informasi yang diterima PB IDI setidaknya ada 23 dokter yang dikabarkan meninggal karena Positif COVID-19 dan PDP COVID,” kata Humas Ikatan Dokter Indonesia, dr Halik Malik, Rabu (15/4/2020).

Rizal menilai bahwa saat ini rakyat seperti bukan lagi prioritas dalam penanganan wabah Covid-19. “Benar2 amblas .. Rakyat bukan prioritas .. kok bisa amburadul  gini,” tulis Rizal pada akun Twitternya.

Selain itu, Rizal juga menyoroti kelakuan pejabat negara yang saat ini sibuk mementingkan kepentingan pribadi. Seperti halnya Ahmad taufan, stafsus milenial Jokowi yang menggunakan perusahaannya untuk mengintervensi camat se-Indonesia untuk penanganan corona.

Kemudian, Rizal juga banyak menyoroti kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani yang cenderung memiliki kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat Indonesia, terlebih saat ini masyarkat sedang dihantui ketakutan, baik virus corona, kondisi ekonomi, hingga kondisi psikologis.

“Kalau soal sederhana seperti etika ‘conflict of interest’ aja ora ngerti, ndak usahlah menjadi pejabat negara. Amanah dan fatsoen-nya beda, ngurusin rakyat bukan kantong pribadi. Lebih baik fokus jadi pengusaha sukses, bermanfaat dan dihormati. Daripada tikus  yg perlu dikepret,” tukasnya. (Fel)

Komentar

News Feed