oleh

Menkeu Ngotot Tetap Impor APD, Padahal 23 Dokter Meninggal Karena Kekurangan APD

indonesiakita.co – Dokter Pandu Riono dalam akun twitter resminya mengatakan meninggalnya dokter Djoko Judodjoko akibat terinveksinya corona atau COVID-19 karena sulitnya alat pelindung Diri (APD). Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor, mengakui kurangnya APD dalam tangani COVID-19.

“Sekarang mengenai APD tenaga medis, sebenarnya mau jujur sih kurang optimal ya, kalau kita lihat itu perlengkapan untuk alat perlindungan diri memang kurang memadai.  Tapi kita bilang kekurangan tidak juga, maksudnya, mungkin faktor lain frekuensi kunjungan pasien, komplit lah masalah. Kalau dibilang kurang APD enggak juga,” kata Ketua IDI Kota Bogor dokter Zainal Arifin, pada Minggu 22 Maret 2020.

Ironisnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani tetap menyatakan Indonesia akan mengekspor alat pelindung diri (APD) untuk negara-negara yang memiliki kontrak kerja dengan Indonesia melalui video conference pada Selasa (12/4) lalu.

Sri menjelaskan, bahwa Indonesia memiliki kewajiban mengekspor APD kepada negara-negara mitra (partner) seperti Jepang dan Korea Selatan sesuai dengan perjanjian bilateral yang telah disetujui sebelum merebaknya wabah virus corona.

“Indonesia termasuk negara produsen APD terbesar di dunia, kontrak-kontrak dengan negara lain akan coba kita penuhi tanpa mengorbankan kebutuhan APD dalam negeri,” ujarnya.

Sri juga menambahkan, bahwa RI telah berkomunikasi dengan pemerintahan Jepang dan Korea Selatan dalam menjelaskan keadaan dan kebutuhan dalam negeri yang kian menanjak akibat kasus positif virus corona yang terus naik.

Sementara itu, di kesempatan terpisah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kastasasmita mengklaim industri dalam negeri mampu memproduksi 16 ribu APD per hari.

Hasil produksi tersebut juga disebutnya telah berhasil memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).  Selain APD, Agus juga mengatakan pihaknya bersama dengan sejumlah industri sedang melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan ventilator.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan empat kelompok pengembang ventilator dari UI, tim Yogyakarta yang terdiri dari UGM dan sejumlah perusahaan swasta.  Dari hasil koordinasi tersebut didapat kepastian bahwa beberapa kelompok pengembang ventilator akan mulai produksi akhir April ini.

“Untuk tim Yogyakarta, khusus kami justru bicara jangka menengah-panjang. Tidak hanya menangani covid, ke depannya mereka akan produksi jenis ventilator high grade yang dari kelompok lainnya akan memproduksi low cost,” jelasnya kemarin.

Sebagai informasi, jumlah tenaga medis yang meninggal dunia di tengah wabah Covid-19 terus bertambah. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan hingga hari ini, total ada 23 dokter yang meninggal dunia karena terkonfirmasi positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona.

“Informasi yang diterima PB IDI setidaknya ada 23 dokter yang dikabarkan meninggal karena Positif COVID-19 dan PDP COVID,” kata Humas Ikatan Dokter Indonesia, dr Halik Malik, saat dihubungi, Rabu (15/4/2020).

Berikut daftarnya:

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (GB FK UGM)
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (GB FKM UI)
3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)
6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)
9. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)
10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Cabang Prabumulih)
11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)
13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)
16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)
17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jaksel)
18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT meninggal di RS Pelni (IDI Kab. Bekasi)
19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ meninggal di RSPP Jakarta (IDI Jakarta Selatan)
20. Dr. Karnely Herlena meninggal di RS Fatmawati (IDI Depok)
21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (Dosen FK Unpad, IDI Bandung)
22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (Dosen FK UI, IDI Jakarta)
23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin). (Waw)

Komentar

News Feed