oleh

Intip Perusahaan Stafsus Jokowi, Inikah yang Disiapkan Sejak Debat Capres 2019 Lalu?

indonesiakita.co – Kasus yang dilakukan oleh stafsus Presiden Jokowi yakni Andi Taufan Garuda menjadi sorotan publik. Dimana  setelah surat yang ia kirim kepada camat seluruh Indonesia dengan stempal istana negara merupakan lembaran milik perusahaannya yang berdalih mendukung pencegahan wabah virus corona.

dalam surat tersebut, Andi meminta dukungan kepada seluruh camat untuk Relawan Desa Lawan Covid-19. Program ini diinisiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang bekerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), dimana Andi adalah CEO perusahaan tersebut.

Sebelumnya, banyak pihak yang menyebut langkah tersebut merupakan conflict of interest, atau konflik kepentingan, yang diketahui adalah sebuah kesalahan besar. Tokoh nasional Rizal Ramli misalnya, ia menyebut bahwa stafsus Andi Taufan telah melakukan kesalahan besar. “Belajar dimana.. conflict of interest tidak dibenarkan,” jelas Rizal, dalam akun Twitternya.

Namun, taukah anda, sejumlah stafsus milenial Jokowi juga ternyata memiliki sejumlah perusahaan?

Putri Tanjung

Putri Tanjung, salah satu stafsus milenial Jokowi ini memiliki bisnis yang bergerak di bidang event organizer (EO). Putri sulung dari pengusaha kaya raya Chairul Tanjung ini mulai menekuni bisnis sejak berusia 17 tahun.

Event organizer dan agensi Putri Tanjung bernama Creativepreneur Event Creator, adapun sumber dana bisnisnya pada saat itu berasal dari sponsor berbagai perusahaan.

Dalam 5 tahun berjalan, Putri Tanjung menyebut banyak perusahaan yang memakai jasa agensi nya. Bahkan ada beberapa milenial yang termotivasi dan menjadi pengusaha dari penyelenggaran acara Creativepreneur.

Adamas Belva Syah Devara

Selain itu, ada juga nama Adamas Belva Syah Devara juga terbilang cemerlang. Belva merupakan pendiri dan Direktur Utama (CEO) dari perusahaan startup di bidang pendidikan dan teknologi terbesar di Indonesia, Ruangguru. Berdiri pada tahun 2014, Ruangguru kini berkembang pesat.

Ruangguru sudah menjangkau lebih dari 10 juta siswa dan 150.000 guru. Selain pada sektor pendidikan formal di SD, SMP, dan SMA, Belva juga mengekspansi bisnis Ruangguru untuk menyasar sektor korporat dan pemerintah.

Pada tahun 2017, Belva terpilih sebagai salah satu dari 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia oleh Forbes Magazine.

Ayu Kartika Dewi

Nama Ayu Kartika Dewi, merupakan Manajer Consumer Knowledge Procter and Gamble (P&G) cabang Singapura. Ia juga sebagai Initiator dan Co-Founder dari organisasi SabangMerauke.

Organisasi tersebut menyelenggarakan program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia. Ayu mendirikan organisasi ini sekitar 2010-2011 diilhami dengan pengalamannya ketika menjadi guru SD di pelosok Maluku Utara. Saat ini Ayu menjabat sebagai mentor pada Board of Directors SabangMerauke.

Ayu juga merupakan Direktur Pelaksana Indika Foundation. Indika Foundation berfokus pada menciptakan dampak dalam pendidikan perdamaian dan pembangunan karakter.

Angkie Yudistia

Sebelum ditunjuk jadi stafsus milenial Jokowi, Angkie Yudistia mendirikan Thisable Enterprise. Lembaga ini fokus pemberdayaan ekonomi kreatif bagi penyandang disabilitas.

Perusahaan yang didirikan Angkie menyediakan banyak program peningkatan keahlian. Thisable Enterprise telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Swasta, Negeri, serta BUMN untuk penyerapan tenaga kerja.

Setidaknya, saat ini perusahaannya sudah lebih dari 7.000 penyandang disabilitas yang mendaftarkan diri dan siap bekerja di perusahaan wanita dua anak itu. Mulai tahun 2017, Thisable Enterprise telah menjadi business partner dengan Go-Life dari Go-Jek.

Andi Taufan Garuda

Sementara itu, Andi Taufan Garuda adalah pendiri lembaga Peer to Peer Lending bernama Amartha. Taufan mendirikan Amartha dari modal Rp10 juta.

Ia mendirikan Amartha untuk memberikan akses keuangan kepada masyarakat desa yang selalu terlibat utang dengan rentenir. Melalui pendekatan sosial bisnis, Taufan membuat lembaga keuangan dengan sistem yang mudah menggunakan pola pembiayaan kelompok.

Ia menerapkan pembiayaan berbasis kelompok atau Model Grameen, satu kelompok terdiri dari 15 hingga 25 ribu. Taufan menilai sistem tersebut baik untuk monitoring pembayaran dan meminimalisasi risiko gagal bayar.

Sebagaimana diketahui, jauh sebelumnya pada debat capres 2019 lalu, capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan, pada masa pemerintahannya, berbagi infrastruktur penunjang pertumbuhan dan perkembangan startup Indonesia telah dibangun. Salah satunya yaitu jaringan yang telah diupayakan menyentuh seluruh wilayah kabupaten dan kota.

Di Indonesia bagian Barat dan Tengah diakuinya sudah terselesaikan 100 persen. Sementara untuk Indonesia bagian Timur telah terselesaikan 90 persen.

Mengenai regulasi, Jokowi mengaku telah memudahkan regulasi untuk para pelaku startup. Sehingga berbagai perizinan dapat dilakukan melalui online.  (Fel)

Komentar

News Feed