oleh

Demokrat ke DPR Soal Omnibus Law: Koalisi 80%, Harusnya Kuat Hadapi Tekanan Rakyat, Tidak Jantan!

indonesiakita.co – Poltisi Partai Demokrat, jansen Sitindaon menanggapi kelakuan para anggota DPR yang tetap ngototo membahas RUU Omnibus Law di tengah pandemi corona. Ia menyayangkan, karena selain banyak memakan korban, DPR menurutnya lebih baik mengurus bagaimana agar ikut dalam pencegahan virus tersebut.

“Ketika corona mulai merebak yg diurus Omnibus. Ketika corona sdh masuk dan banyak mati fokusnya jg masih Omnibus. Dgn koalisi kalian yg hampir 80 persen, harusnya kalian pede menghadapi tekanan rakyat yg akan berdiri dipagar DPR. Bukan ditengah corona kalian loloskan. Tdk JANTAN!,” tulisnya, dalam akun Twitternya @jansen_jsp.

Kendati demikian, ia menyadari bahwa kursi partai Demokrat di DPR tidaklah dominan. Namun demikian menurutnya, Demokrat terus memperjuangkan untuk tetap menolak Omnibus Law.

“Kursi kami (Partai Demokrat) di DPR memang kecil. Hanya 54! Walau akan kalah namun dgn kursi ini kami akan berjuang utk menolak Omnibus ini dibahas ditengah corona. Selain dia bukan prioritas, kami juga ingin menjamin semua penumpang dlm BUS ini selamat. Bukan hanya kalangan usaha saja,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Partai Demokrat dan PKS tidak masuk dalam Satgas Covid-19 yang dirancang DPR RI. Ketua Fraksi PPP di DPR, Arsul Sani, membenarkan soal tidak adanya perwakilan dari kedua fraksi itu dalam susunan Satgas. “Yang jelas Satgas ini bukan alat kelengkapan DPR , jadi soal orangnya tidak terkait dengan representasi fraksi,” kata Arsul ketika dihubungi wartawan, Senin (13/4/2020). kemarin. (Fel)

Komentar

News Feed