oleh

Dokter ke Ganjar: Tolong Selamatkan Kami, Jangan Bicara Dimana Kami Dimakamkan!

indonesiakita.co – Salah seorang dokter bernama Berliandris mengungkapkan rasa kecewanya kepada pemerintah melalui akun Twitternya. Ia menyatakan bahwa harapan para dokter adalah terpenuhi sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang saat ini masih sangat minim.

Bukan tanpa alasan tentunya, karena terhitung data Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES/R) bahkan mencatat, 44 tenaga medis meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona, Rinciannya yakni, 32 dokter dan 12 perawat.

Sosok yang akrab disapa Bili ini mengunggah surat terbuka untuk presiden Jokowi di akun Twitternya @@berlianidris.

 

 

“Dokter se-Indonesia menghiba agar Presiden melakukan tugas kesejarahannya, agar Negara tdk kalah dari Corona. Mereka tak minta dimakamkan di TMP, mereka memohon agar pemerintah mengadakan APD & melakukan tes sebanyak-banyaknya. Jangan tuduh politisasi, karena ini benar adanya,” tulis Bili.

Ia juga mengatakan, bahwa semua petugas medis menginginkan selamat, mengingat tak sedikit yang meninggal dunia.“Tolong pemerintah sediakan lebih banyak lagi APD, bukan hanya utk RS khusus COVID.

 

Tetangga jarak 6 rumah dari saya sudah meninggal dunia karena corona, istrinya positif, dua anaknya alhamdulillah tidak. Petugas kesehatan datang ke rumahnya dengan menggunakan APD seadanya,” jelas Bili.

Ironisnya, bantuan APD justru didapat dari warga yang melakukan sukarela memberkan kepada tim medis.”Di RS tempat saya bekerja, seorang dokter, seorang perawat & anaknya yg masih kecil, terinfeksi corona. Kami girang bukan kepalang mendapatkan donasi APD dari warga yg jumlahnya tak seberapa. Pakai jas hujan plastik itu rasanya seperti sauna, bikin tdk bisa bekerja,” tegas Bili.

 

Ganjar Siapkan Pemakaman Tenaga Medis Di Taman Makam Pahlawan

Bili juga mengaku prihatin dengan pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang berencana akan memakamkan para tenaga medis di taman makam pahlawan.

“Ini sungguh menyakitkan. Kami ingin selamat pak @ganjarpranowo, tidak ada yang ingin dimakamkan di taman makam pahlawan. Tolong lindungi tenaga kesehatan secara maksimal, jangan dulu bicarakan di mana kami akan dimakamkan,” tegasnya.

 

 

Mendapat mention dari Bili, Ganjar Pranowo langsung meresponnya. Ia meminta nomor Bili, namun demikian Bili tidak membalasnya dengan memberikan nomor telepon pribadinya.

 

“Maaf Pak Ganjar, saya capek banget malam ini. Ingin istirahat. Lagipula saya hanya menyampaikan apa yang saya dan banyak dokter rasakan. Mohon jangan diserang. Terima kasih, Pak ,” tutup Bili. (Fel)

Komentar

News Feed