oleh

Netizen Ditangkap, Polri: Unsur Penghinaan Terhadap Penguasa!

indonesiakita.co – Kepala Sub Direktorat II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Himawan mengatakan bahwa Polri telah menangkap seorang warga Alimudin Baharsyah yang diduga menghina pemerintah. Adapun penangkapan dilakukan pada 3 April 2020 lalu.

Alimudin disebut telah menyebarkan informasi atau konten yang mengandung informasi yang dapat dijerat pidana. Selain itu, tersangka diketahui ingin menyebarluaskan suatu paham yang Ia yakini. Namun, polisi masih melakukan pendalaman terhadap dugaan tersebut.

“Ada unsur diskriminasi ras dan etnis, berita bohong, penghinaan terhadap penguasa,” saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/4).

Himawan menjelaskan, polisi telah melakukan monitoring terhadap akun media sosial milik tersangka sejak 2018. Namun, sampai dengan 2019, tersangka masih menyebarkan informasi-informasi yang dapat dijerat pidana melalui media sosial.

“2019 itu dilakukan pembuatan laporan polisi oleh penyidik yang ternyata ini terus berlanjut sampai dengan 2020 Februari itu ada laporan dari seseorang di Polda Jawa Barat tentang kegiatan yang dilakukan oleh tersangka.

“Dan 2020 pada bulan April juga dilaporkan di Bareskrim Polri berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh tersangka,” ungkapnya.

Namun demikian Himawan tidak menerangkan secara rinci mengenai unggahan yang disebarkan dan dinilai telah melanggar hukum. Ia hanya menjelaskan bahwa tersangka merupakan pemilik akun media sosial Alibaharsah007 dan akun Facebook Ali Baharsah, Instagram Ali Baharsah dan YouTube Ali Baharsah.

Saat ditangkap, Ali dibawa bersama dengan tiga orang rekan lainnya yang saat ini masih diperiksa sebagai saksi.

“Tiga rekannya yang diamankan atas nama, HAF laki-laki 39 tahun, AH laki-laki 24 tahun dan AAP laki-laki 20 tahun yang ini berada dalam satu TKP,” katanya.

Atas perbuatannya, Alimudin dipersangkakan melanggar pasal 28 ayat 2 undang-undang ITE, Pasal penghapusan diskriminasi ras dan etnis, kemudian juga pasal 207 penghinaan terhadap penguasa dan badan umum. (Fel)

Komentar

News Feed