oleh

Bupati Morowali Utara Meninggal Karena Corona, Ingat.. Ada Ribuan TKA Asal China Disana!

indonesiakita.co – Meninggalnya Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor karena virus corona menyita perhatian publik. Ia sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam karena mengalami gangguan kesehatan, dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

“Statusnya tetap PDP. Dia masuk kemarin, sempat masuk ICU dan dipasangi ventilator kemudian kita berikan alat bantu pernapasan,” kata Ketua Tim Pandemi Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo (RSWS), yakni Dr Irawaty Djaharuddin, saat konferensi pers di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

Selain itu sebelumnya, Tumimomor juga sempat dilakukan pemasangan alat bantu pernafasan. “Baru sehari perawatan di Wahidin, kita pasang alat bantu pernapasan, setelah itu kami melakukan pemeriksaan swab. Saat ini masih menunggu hasil, karena baru hari ini diuji,” ungkapnya.

Tumimomor meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit RSWS pada hari Kamis (2/4) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah itu, jenazah dimakamkan sesuai prosedur penanganan jenazah Covid-19, di Kabupaten Gowa, pada hari Jumat (3/4/2020) dini hari, tepatnya di pemakaman khusus COVID di TPU Mancanda, Kabupaten Gowa.

Dan, pemakaman tersebut juga atas permintaan keluarga. “Benar, atas permintaan keluarga, jenazah almarhum telah dimakamkan di pekuburan Gowa,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Haris Kariming, Jumat (3/4/2020).

Sebagai informasi, Tumimomor terpilih menjadi bupati definitif hasil pilkada pertama di Kabupaten Morut pada Februari 2016.

Ribuan TKA Asal China di Morowali

Sebelumnya, dalam upaya mengantisipasi masuknya virus corona di Indonesia, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali Sulawesi Tengah, menghentikan penerimaan tenaga kerja asing (TKA) asal China.  Sementara ribuan pekerja diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah virus mematikan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Media Relation PT IMIP Dedi Kurniawan mengatakanbahwa pihaknya menghentikan penerimaan TKA asal Wuhan Provinsi Hubei, China.

“Sekarang kita hentikan seluruh penerimaan TKA ke Morowali,” mengutip CNNIndonesia, Minggu (26/1).

Ia menyebut total pekerja asal China di IMIP sekitar 3.000 orang. Perusahaan berbendera Tiongkok ini masih membutuhkan sekitar 1.000 orang TKA untuk menuntaskan pembangunan pabrik.

Menurutnya, penghentian penerimaan TKA China ini sudah pasti akan memperlambat proses penyelesaian pembangunan pabrik.

“Itu sudah risiko. Kami sudah hitung. Daripada tersebar dan masuk penyakit. Ini kebijakan seluruh direksi, manajemen dan investor di dalam. Ini sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan masuknya virus Corona,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, bagi pekerja yang izin pulang merayakan Imlek ke kampung halamannya di China, diminta untuk tidak kembali terlebih dahulu ke Indonesia.

Sementara pekerja yang masih berada di kawasan IMIP, diwajibkan untuk mengikuti medical chek up (MCU) berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Ia menuturkan di dalam kawasan IMIP, pihaknya menempatkan alat pengukur suhu tubuh sebagai langkah prefentif untuk mendeteksi awal penyebaran virus tersebut.

“Kami juga terus meng-update perkembangan tindakan pemantauan antisipasi penyebaran virus tersebut yang dilakukan pemerintah pusat di sejumlah titik yang berpotensi menjadi pintu masuk virus corona. Secara internal, kami juga menghimbau karyawan untuk membiasakan bersikap hidup bersih dan sehat,” tutupnya.

Pemerintah Hubei, China, mengungkap korban meninggal dunia akibat wabah virus corona meningkat menjadi 56 orang pada Minggu (26/1). Sementara, jumlah kasus yang terinfeksi mendekati 2.000 orang.

Mengutip AFP, 13 korban meninggal dunia di Hubei tercatat dalam kasus kematian terbaru, sementara satu korban meninggal dunia di Shanghai. Ini merupakan kasus kematian pertama di Shanghai akibat virus corona.

Total, 52 orang meninggal dunia di Hubei, dua korban meninggal dunia di Henan Tengah, satu di bagian timur laut Heilongjiang, dan satu di Hebei Utara.

Otoritas kesehatan setempat melaporkan 323 kasus baru terkonfirmasi virus corona, yang pertama kali muncul di Wuhan pada akhir Desember 2019. (Fel)

Komentar

News Feed