oleh

PDIP Dukung Yasonna Bebaskan Tahanan, Intip Data Parpol Paling Banyak Ditangkap KPK Yuk?

indonesiakita.co – Rencana Menkumham Yasonna H Laoly untuk membebaskan tahanan akibat penyebaran virus corona mendapat dukungan dari Arteria Dahlan, yang juga satu partai dengannya yakni PDI-P. Meski selain itu juga banyak pihak yang mengkritik rencana Yasonna untuk membebaskan napi koruptor.

“Asimilasi bukan berarti pembebasan dari sanksi hukum pidana penjara. Hal tersebut diatur secara limitatif dan selektif terhadap kelompok rentan, tindak pidana ringan dengan hukuman di bawah 5 tahun penjara, Sudah menjalani 2/3 sanksi pidana penjara,” ujar Arteria anggota Komisi III DPR RI ini, dikutip dari keterangannya, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kewajiban negara untuk melindungi hak warga negara dalam memperoleh jaminan kesehatan dan keselamatan hidup yang layak, khususnya di dalam upaya mencegah dan meminimalisir penyebaran penyakit Pandemik Covid-19 di Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan.

Adapun PDIP menurutnya, sangat mendukung penguatan dan optimalisasi Balai Pertimbangan Pemasyarakatan (BAPAS) dan mendukung penambahan jumlah petugas Bapas yang bertugas supervisi warga binaan yang diasimilasi di rumah, agar dapat dihasilkan bentuk dan program pembinaan dan bimbingan yang efektif di dalam melaksanakan sistem pemasyarakatan.

“Khusus, kepada WBP/tahanan yang tidak mendapatkan asimilasi di Rumah, PDIP mendukung agar tetap dilakukan upaya-upaya preventif maupun protektif dari Covid-19,” tambahnya.

Adapun bentuknya bisa berupa penguatan kesehatan dengan memberikan makanan dan suplemen, memberikan Alat Perlindungan Diri bagi seluruh Petugas Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan.

“Melakukan tes Covid-19 bagi seluruh Petugas Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan, baik bagi WBP/Tahanan maupun Petugas, menjaga dan meningkatkan Kesehatan, termasuk peningkatan kualitas asupan gizi, makanan, maupun suplemen,” tutupnya.

Daftar Anggota Parpol yang Ditangkap KPK

Mengutip data Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 23 orang dan tersebar di delapan partai politik (parpol).

 

Parpol yang anggotanya paling banyak ditangkap KPK berasal adalah Partai Golongan Karya (Golkar), yaitu delapan orang. Anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat masing-masing sebanyak 3 orang. Anggota dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menyusul sebanyak 2 orang. Empat orang lainnya berasal dari empat partai, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebagai informasi, beberapa anggota DPR yang ditetapkan sebagai tersangka memiliki jabatan yang strategis. Contohnya, Setya Novanto ketika ditangkap menjabat sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Muhammad Romahurmuziy merupakan Ketua Umum PPP dan anggota Komisi III DPR, sedangkan Taufik Kurniawan ditangkap ketika menjabat sebagai Wakil Ketua DPR.

Komentar

News Feed