oleh

Istana Tak Mau Disalahkan Soal Virus Corona

indonesiakita.co – Karena diduga lalai dalam penangaan wabah virus corona, Presiden Jokowi didugat oleh oleh seorang warga bernama Enggal Pamukty ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2020). Gugatan yang diajukan Enggal telah teregister dengan nomor PN JKT.PST-042020DGB.

Diketahui, akibat kelalaian tersebut, virus corona juga telah menelan banyak korban jiwa serta merusak kondisi ekonomi di Indonesia.

Dalam hal ini, Enggal mewakili kelompok pedagang eceran mengajukan gugatan class action kepada Presiden Jokowi

Menanggapi hal ini Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengaku heran, dengan gugatan Enggal sebesar Rp10 miliar kepada Jokowi. “Memang Covid-19 ini buatan manusia, atau buatan pemerintah, atau buatan siapa? Kalau dia anggap bahwa itu merugikan dagangannya, ya minta sana sama corona kalau begitu, kan corona yang merugikan dia, kalau dia menganggap bahwa gara-gara corona, kemudian dia gugat Presiden, logikanya dipakai apa? Apa logikanya?” katanya kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).

Menurutnya, pemerintah sudah mengambil keputusan dengan pertimbangan yang baik. Karena itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan, namun harus mendukung kebijakan pemerintah.

“Karena kan kalau pemerintah nggak bisa serta-merta dalam membuat masalah kemudian kalau ambil keputusan kan tidak bisa tergesa-gesa, nggak bisa tanpa ada data. Jadi kalau gara-gara corona kemudian pemerintah disebut lalai ngurusin corona dia musti kasih tau tingkat lalai kayak gimana, karena dalam posisi sekarang nggak bisa lagi orang saling menyalahkan, dan nggak bisa orang benar sendiri kemudian menuduh sana-sini salah,” ungkapnya.

Sebelmnya, Presiden Jokowi kdigugat karena telah melakukan kelalaian fatal yang mengancam 260 juta nyawa rakyat Indonesia. “Saya menggugat Presiden Jokowi karena kelalaian fatal dalam penanganan teror virus Covid-19,” kata Enggal di Jakarta.

Ia menjelaskan, bahwa tindakan yang dilakukan pemerintah pusat sejak awal sangat melecehkan akal sehat sekaligus membahayakan jutaan nyawa rakyat dengan program mendatangkan turis saat wabah Covid-19 terjadi di sejumlah negara. Padahal, seharusnya pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi masuknya virus corona ini.

“Tiongkok sejak awal berani menutup Kota Wuhan dan sekaligus Provinsi Hubei yang berpenduduk 54 juta untuk memerangi teror Covid-19 tanpa memikirkan kerugian ekonomi. Bagi Pemerintah Tiongkok, nyawa rakyatnya jauh lebih daripada investasi. Ini yang tidak kita lihat pada kebijakan Jokowi.

“Mementingkan investasi pariwisata di saat wabah dahsyat Covid-19 bukan hanya melecehkan akal sehat, tapi juga mendatangkan malapetaka besar. Kita jadi olok-olok dunia internasional di saat negara-negara lain justru menutup negaranya dari turis,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed