oleh

Bupati Aceh Singkil: Kita Paksa Turis Angkat Kaki!

indonesiakita.co – Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid menegaskan bahwa sebanyak 25 turis warga negara asing (WNA) dipaksa meninggalkan wilayah tersebut. Diketahui, terakhir banyak turis yang berada di pulau untuk berlibur.

“Banyak memang yang berlibur disini, terutama di pulau-pulau, tapi kami sudah mengimbau mereka untuk pulang ke negaranya masing-masing,” ujarnya, kemarin.

Hal ini perlu dilakukan karena menurutnya melihat kasus penyebaran virus corona atau Covis-19 yang semakin mengkhawatirkan. “Kita akan memaksa turis tersebut angkat kaki, hari ini tim bersama kepolisian setempat akan mendatanginya untuk dipaksa pulang,” tegasnya.

Sebelumnya, para turis asing itu telah diperiksa kesehatannya oleh tim medis. Dikabarkan satu diantaranya berstatus orang dalam pemantauan (ODP), karena mengalami gejala demam dan suhu badannya di atas batas normal.

Setelah masa karantina berakhir, turis tersebut dinyatakan sehat dan sudah diijinkan pulang ke negara asal. Pemerintah setempat pun akan terus melakukan protect terhadap warganya dari ancaman Covid-19.

Sementara itu, Sekretaris tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Aceh Singkil, Mohd Ichsan, mengatakan sebelumnya 25 turis ini datang ke Pulau Banyak mulai tanggal 13 Maret 2020 lalu.

Mereka tersebar di beberapa tempat, seperti di Pulau Sikandang, Pulau Panjang dan Ujung Lolok, dengan tujuan untuk berwisata. Para turis asing itu, masing-masing berasal dari Italia dua orang, Portugal dua orang, Australia dua orang, Jerman tiga orang, dan sisanya dari Ceko.

“Rata-rata banyak yang melakukan liburan di pulau-pulau karena memang tujuanya wisata. Tapi dengan adanya wabah corona ini kita terpaksa harus memulangkan mereka,” tegasnya. (Fel)

Komentar

News Feed