oleh

Jokowi Berlakukan Darurat Sipil, Said Didu: Mau Lari Dari Tanggung Jawab!

-News-11.246 views

indonesiakita.co – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu mengaku heran dengan sikap pemerintah terkait penanganan wabah virus corona atau Covid-19. Adapun yang menjadi kritikan baginya adalah terkait karantina wilayah yang dilakukan sejumlah kepala daerah di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi resmi memberlakukan pembatasan sosial skala besar dan darurat sipil untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Demikian disampaikan Jokowi dalam Rapat Terbatas melalui telekonferensi di Istana Bogor, Senin (30/3/2020). “Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif lagi,” “Sehingga tadi sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil,” jelas Jokowi.

Namun demikian, Said Didu menilai, bahwa kebijakan tersebut seolah pemerintah lari dari tanggung jawab. “ Ada UU karantina wilayah yang bisa digunakan, sekarang mau gunakan UU Tahun 59 untuk darurat sipil. Ini semua akal-akalan untuk (1) lari dari tanggung jawab. (2) lebih mengutamakan kekuasaan daripada menyelamatkan nyawa rakyat,” tegasnya, dikutip dari akun Twitternya, hari ini.

 

Ia menjelaskan bahwa semakin hari, kasus virus corona semakin banyak menelan korban jiwa. “Bagaimana rakyat tidak emosi, tiap saat menerima berita saudara, teman atau kenalan terjangkit, dan bahkan sebagian wafat, sementara pemimpin hanya pidato berikan janji-janji yang tak berguna.” tambahnya.

 

Adapun terkait dengan adanya inisiatif dari masyarakat yang melakukan bantuan gotong royong, Said Didu menanggapi hal tersebut dengan nada positif. Namun ia juga menyentil pemerintah serta pejabat yang tentunya memiliki gaji lebih besar dari pada pekerja biasa. “Setuju, jangan berharap dari pemerintah, biarkan mereka heppy makan gaji dari uang rakyat tapi selalu cari cara lari dari tanggung jawab,” tegasnya lagi.

 

Said pun mengaku heran dengan langkah Jokowi yang kerap memiliki kebijakan yang dinilai banyak pihak tidak tepat, disaat multikrisis terjadi di Indonesia. “Bapak presiden Yth, maaf.. saya tidak bisa katakan apa-pa lagi, selain menilai cara bapak memimpin di tengah multikrisis ini, terserah bapak sajalah,” tutupnya. (Fel)

 

Komentar

News Feed