oleh

Iwan Sumule: Pemerintah Kehilangan Wibawa, Rakyat Butuh Pemimpin Baru

indonesiakita.co – Politisi Partai Gerindra, Iwan Sumule mengecam keras kebijakan pemerintah yang menurutnya tak hanya lambat dalam menangani penyebaran virus corona. Namun juga ada hal lain yang tak terlalu penting dikerjakan, yakni kredit dan rencana ibu kota baru.

“Orang lain sibuk dan berupaya supaya tidak mati karena Chinese Virus (Covid-19), presiden sibuk dengan urusan kredit dan Luhut sibuk dengan TKA China dan bangun ibukota baru.

Sementara Menteri Keuangan sibuk minta-minta bantuan untuk pemerintah, cilakanya rakyat yang mestinya dibantu malah dimintai bantuan. Cilaka dua belas. Iya gak sih?,” tegasnya, dikutip dari akun facebooknya, kemarin.

 

Iwan juga menyebut, saat ini pemerintah telah kehilangan kepercayaan rakyat. Hal ini bisa dibuktikan dari sejumlah kepala daerah yang terlebih dahulu menetapkan status karantina wilayah, misalnya Tegal, Jawa Tengah.

“Pemerintah pusat mau menetapkan lockdown atau tidak, rakyat sudah kehilangan kepercayaan, daerah sudah lakukan duluan. Pusat sudah kehilangan wibawa, tak ada lagi kepemimpinan. Rakyat butuh pemimpin baru, ya gak sih?,” tutupnya.

 

Sebagaimana diketahui, jauh sebelum Indonesia ramai mengantisipasi penyebaran virus corona, sejumlah negara tetangga telah meminta agar RI melakukan antisipasi.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengungkapkan keraguannya atas klaim pemerintah yang menyebut tidak ada kasus virus corona di Indonesia. Dia mengatakan itu dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Australia, 3AW.

“Itu adalah negara yang sangat besar dan banyak pulau dan akan sangat sulit untuk memberikan jaminan absolut tentang jumlah tersebut,” kata Morrison, dikutip dari The Sydney Morning Herald, Jumat, 28 Februari 2020.

“Saya tidak bermaksud [tidak sopan]. Indonesia memiliki sistem kesehatan yang berbeda dengan Australia, dan kami memiliki kapasitas yang berbeda untuk memberikan jaminan tersebut,” ucapnya lagi

Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto justru mengaku tidak berminat untuk menanggapi pernyataan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison yang meragukan kasus virus corona atau Covid-19 belum ada di Indonesia. Terawan mengatakan bikin pusing menanggapi orang yang ragu.

“Ragu ya biasa saja. Nanggapin orang ragu ya pusing,” kata Terawan di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat Minggu, 1 Maret 2020 lalu.

Tak hanya terawan, sejumlah menteri lainnya seperti Mahfud MD, Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan hal yang sama, bahwa virus corona tidak ada di Indonesia.

“Yang ingin saya katakan bahwa sampai saat ini Indonesia itu adalah satu-satunya negara besar di Asia yang tidak punya kasus corona. Virus corona itu tuh ndak ada di Indonesia,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (7/2), mengutip CNN.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan enggan bicara banyak soal dampak virus corona. Saat ditanya wartawan, Luhut hanya mengatakan virus corona sudah pergi dari Indonesia. “Corona? Corona kan sudah pergi,” pungkas Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (10/2/2020).

 

Luhut sempat ditanya soal adanya suspect alias dugaan corona yang menjangkit warga di Batam. Namun Luhut malah menjawabnya dengan candaan, dia menyebut corona sebagai mobil. “(Corona masuk Batam?) Hah? Mobil Corona?” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed