oleh

Social Distancing dan Physical Distancing Gagal, Pemerintah Hadapi Krisis Kepercayaan

-News-12.423 views

indonesiakita.co – Hampir dua pekan pemerintah menetapkan ‘Social Distancing hingga Physichal Distancing’ guna meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19. Namun, menariknya, masyarakat di berbagai daerah masih melakukan aktivitas di luar rumah.

Lalu pertanyaannya adalah, apakah masyarakat tak peduli dengan apa yang disampaikan pemerintah?. Hal ini tentunya bisa saja terjadi, karena memang sebelumnya sejumlah pejabat negara menganggap remeh penyebaran virus corona di Indonesia, bahkan presiden Jokowi sendiri mengatakan virus corona tidak ada di Indonesia.

Dilema… ya, ini bisa saja menandakan krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah, sekalipun bahaya di depan mata.

 

Pejabat Anggap Remeh Penyebaran Virus Corona

 

Jokowi Sebut Tak Ada Corona di Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak ada indikasi menyebarnya virus corona di Indonesia. Meski virus baru yang pertama kali muncul di Wuhan, Cina ini pun telah menyebar ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

 

“Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara telah mengkonfirmasi masuknya virus corona. Namun, sejauh ini, belum terdapat indikasi menyebarnya virus tersebut di Indonesia,” kata Jokowi melalui akun media sosial Instagram-nya, Senin (27/1). mengutip ayobandung.com.

Ribka Tjiptaning Becanda Soal Corona

Anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP mengikuti rapat penanganan virus corona. Dengan nada santai, Ribka berbicara soal singkatan ‘korona’ yakni komunitas rondo mempesona yang menurut dia berbahaya.

 

Hal itu disampaikan Ribka saat rapat kerja (raker) bersama dengan Menkes Terawan Agus Putranto di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020). Ribka awalnya mengatakan virus corona tak bahaya bagi kesehatan dibanding virus MERS dan SARS.

“Itu tadi dijabarkan sama ahli paru itu di Metro TV kalau nggak salah saya lihat. Ini lebih bahaya MERS dan SARS dibanding itu daripada si corona, kecuali komunitas rondo mempesona. Bahaya itu penghuni koronanya itu, sebab hati-hati itu ya kan,” kata Ribka. Sejumlah peserta rapat tertawa saat Ribka berbicara.

 Rondo merupakan bahasa Jawa yang berarti janda. Ribka mengatakan ‘virus korona’ ini bahaya bagi para pria yang telah berumah tangga.

“Bapak-bapak kalau kena korona yang itu ngeri kita. Itu korona beneran itu, korona yang membahayakan itu, komunitas rondo mempesona itu,” ujarnya, mengutip detik.com

 

Mahfud MD Sebut Indonesia Satu-satunya Negara di Asia Yang Belum Memiliki Kasus Positif Corona

 

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengklaim bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara besar di Asia yang belum memiliki kasus positif virus corona. Sementara negara-negara lain beberapa sudah memiliki kasus positif virus corona.

 

“Yang ingin saya katakan bahwa sampai saat ini Indonesia itu adalah satu-satunya negara besar di Asia yang tidak punya kasus corona. Virus corona itu tuh ndak ada di Indonesia,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (7/2), mengutip CNN.

Luhut Ditanya Wartawan Soal Corona di Batam Justru Becanda ‘Mobil’??

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sudah enggan bicara banyak soal dampak virus corona. Saat ditanya wartawan, Luhut hanya mengatakan virus corona sudah pergi dari Indonesia.

 

 

“Corona? Corona kan sudah pergi,” pungkas Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (10/2/2020).

 

Luhut sempat ditanya soal adanya suspect alias dugaan corona yang menjangkit warga di Batam. Namun Luhut malah menjawabnya dengan candaan, dia menyebut corona sebagai mobil. “(Corona masuk Batam?) Hah? Mobil Corona?” kata Luhut sambil tersenyum, mengutip detik.com.

 

Pemerintah Hadapi Krisis Kepercayaan Masyarakat

Sebagaimana diketahui, pejabat negara adalah fugur tauladan maupun contoh bagi masyarakat yang seharusnya memberikan jawaban yang jelas kepada awak media, sehingga masyarkat sejak dini juga bisa mengantisipasi terkait berbagai hal yang terjadi di negara ini.

Bertolak pada kondisi saat ini, tampaknya pemerintah menghadapi krisis kepercayaan dari masyarakat. Pasalnya imbauan pemerintah untuk diam di rumah tidak diindahkan sebagian masyarakat, dan bahkan justru masyarakat sendiri yang membuat inisiatif untuk tetap berada di rumah sebagai solusi mencegah penyebaran virus corona yang jelas telah menelan banyak korban jiwa.

Langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah untuk mendapatkan simpatik masyarakat adalah, dengan meminta maaf atas kelalaian sebelumnya menganggap corona tidak ada di Indonesia. (Penulis: Dev)

Komentar

News Feed