oleh

Malaysia Perpanjang Lockdown, TKI Rawan Kelaparan!

indonesiakita.co – Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin pada Rabu (25/3) mengumumkan untuk memperpanjang penerapan lockdown demi membendung penyebaran virus corona (Covid-19). Kebijakan lockdown semula diberlakukan pada 18-31 Maret diperpanjang hingga 14 April mendatang.

Hal ini tentunya berdampak pada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di negeri Jiran tersebut. Bahkan, Pusat Penyelesaian Permasalahan Warga Negara Indonesia di Malaysia (P3WNI) menyebut banyak tenaga kerja Indonesia di Negeri Jiran yang mengalami kekurangan makanan akibat kebijakan tersebut.

“PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Malaysia masih banyak yang bekerja untuk kebutuhan sehari-hari, artinya satu hari tidak bekerja maka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. PMI di Malaysia tidak takut virus Covid-19, tetapi yang paling ditakutkan adalah virus kelaparan,” ujar Direktur P3WNI Dato M Zainul Arifin, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa masih banyak TKI yang bekerja di sektor informal seperti buruh bangunan, pabrik perkilangan, restoran, dan jasa kebersihan. Beberapa sektor pekerjaan itu, katanya, masih menerapkan sistem gaji harian dan mingguan.

Adapun menurutnya, sejak lockdown berlaku seluruh proyek pembangunan dan perusahaan yang mempekerjakan buruh informal lainnya juga diwajibkan berhenti beroperasi.

Selai itu, ada pula TKI non-prosedural atau ilegal di Malaysia yang digolongkan sebagai imigran ilegal. Selain itu, banyak pula TKI legal namun bekerja tidak sesuai dengan izin peruntukannya misalkan TKI yang ditempatkan di bidang perkebunan digunakan untuk bekerja di restoran.

“Kalau ada kejadian seperti kecelakaan, sakit atau kondisi lockdown tidak ada majikan yg bertanggung jawab sehingga kesusahan maka perlu bantuan dari orang lain. Dan ini jumlahnya banyak sudah terjadi puluhan tahun yang lalu seperti ini,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pemerintah Indonesia segera memberi perhatian lebih dalam bentuk bantuan makanan dan sembako bagi TKI di Malaysia selama masa lockdown berlaku.

“Kami paham memang kondisi sekarang sangat sulit. Tapi kalau ojek online dan PKL dapat bantuan langsung tunai (BLT) di Jakarta. Mereka di Jakarta banyak yang bantu. Kalau kami di negara orang siapa yang bantu?” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed