oleh

Rapid Test di Stadion Patriot Bekasi Dianggap Picu Penularan Virus Corona

indonesiakita.co – Test massal kepada ratusan petugas kesehatan di Stadion Patriot Kota Bekasi pada Rabu (25/3) kemarin menuai reaksi banyak pihk. Pasalnya, tes menggunakan rapid test itu dianggap mengumpulkan massa yang berpotensi menjadi celah penyebaran virus.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Andhika Dirgantara menyesalkan dilakukannya test massal tersebut. “Kami menyesalkan Wali Kota tetap memaksakan rapid test tenaga medis dengan pengumpulan massa di stadion,” ujarnya, hari ini kepada awak media.

Ia menjelaskan, bahwa pelaksanaan tes itu tidak sesuai dengan rencana, walaupun dari awal ada wacana dilaksanakan di stadion, mekanismenya adalah drive thru. “Tidak sesuai kesepakatan, ini pengabaian,” tegasnya.

Selain itu, seorang dokter yang hadir dalam tes massal tersebut juga mengaku kecewa, karena tes yang dilakukan oleh pemerintah tidak sesuai harapan. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat menginginkan tes di stadion dilakukan secara drive thru.

“Ini sangat riskan, bukan menyembuhkan tapi malah menularkan,” jelasnya.

Ia juga khawatir kedatangan seorang anggota DPRD dari Partai Golkar, Yogi Kurniawan. Sebab, sebelumnya dikabarkan politisi muda tersebut pernah menghadiri Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Musda) Jawa Barat di Karawang, dimana sejumlah pejabat hingga Bupati Karawang sekarang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sekedar informasi, rapid test Covid-19 diikuti oleh 365 petugas medis di Kota Bekasi. Rinciannya adalah 65 analis kesehatan dan 300 tenaga kesehatan.

“Saya menerima 2.000 rapid test dari Pak Gubernur (Ridwan Kamil). Sekarang ini kita ambil tes yang pertama adalah tim kesehatan kita,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot, Rabu (25/3) kemarin.

Namun demikian, jika hasil tes negatif, maka petugas itu akan turun ke masyarakat melakukan tes secara masif. Sasarannya adalah orang dalam pemantauan (ODP) serta orang yang pernah berinteraksi dengan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif.

“Tim kesehatan yang nanti akan dikirim ke tempat-tempat yang terduga (ODP/PDP), ke tempat-tempat yang terjadi interaksi, ke tempat-tempat yang memang sudah kita susun sedemikian rupa,” pungas sosok yang akarab disapa Pepen tersebut. (Fel)

Komentar

News Feed