oleh

Walikota Bogor Terinfeksi Covid-19 Usai Pulang dari Azerbaijan dan Turki

ndonesiakita.co – Virus corona atau Covid-19 menyerang siapa saja tanpa mengenal status, baik pejabat, maupun warga biasa. Hal ini diketahui, saat Walikota Bogor, Bima Arya juga positif terinfeksi virus tersebut.

Ia mengakui positif terinfeksi virus corona setelah hasil tes corona. Bima mendapat kabar langsung dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Sebelumnya diketahui, Bima melakukan kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan.

Redaksi indonesiakita.co mengutip video yang beredar di sosial media hari ini seperti penjelasan yang disampaikan Arya Bima.

Assalamualaikum

Warga Bogor yang saya cintai tadi sore melalui sambungan telepon bapak gubernur Jabar menghubungi saya untuk menyampaikan hasil tes covid-19 yang saya jalani 2 hari lalu dan saya dinyatakan positif. Tentu walau tidak ada gejala-gejala signifikan hanya batuk-batuk kecil tapi saya putuskan untuk ikuti semua protokol dan semua prosedur menjalani isolasi diri dan percaya sepenuhnya pada RSUD Kota Bogor untuk menangani ini.

Saya imbau kepada seluruh warga Bogor untuk betul-betul jaga kesehatan dan hati-hati, jaga jarak dan jaga diri tidak usah bepergian keluar rumah apabila tidak mendesak.

Saya juga mempercayakan penanganan covid 19 di Kota Bogor ini kepada wakil walikota Kang Dedi Rachim serta seluruh jajaran pemkot yang Insya Allah terus bekerja keras secara maksimal memastikan ikhtiar kita untuk menangani covid-19 ini secara maksimal. 

Warga Bogor, covid 9 ini bisa mengenai siapa saja tetapi juga sudah banyak juga yang sembuh dari virus ini jadi tetap optimis nanun juga selalu berhati-hati. Jaga-jaga dan menjaga jarak.

Saya meminta doanya kepada semuanya karena ini cobaan bagi saya dan keluarga Insya Allah kita dikuatkan dan saya mendoakan kepada semua warga Bogor agar selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Terma Kasih mohon doanya Wassalamualikum. 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan status ODP ditetapkan pada orang-orang yang baru kembali dari negara yang sudah mengonfirmasi kasus Covid-19 tanpa terkecuali. Menurutnya hal itu dilakukan sebagai langkah preventif.

“Kalau negara itu masuk Covid-19 ya ODP. Itu kan kewaspadaan, coba kalau tidak dipantau tiba-tiba ada di sekitar kita,” kata Sri pada 12 Maret 2020 lalu.

Bima Arya kini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kota Bogor sejak Kamis (19/3/2020) hingga 14 hari ke depan. Sementara itu tiga pejabat lainnya yang termasuk rombongan dinyatakan negatif Covid-19.

“Setelah dinyatakan positif, Wali Kota dan pejabat yang dimaksud selanjutnya menjalani proses isolasi di RSUD Kota Bogor sejak Kamis malam 19 Maret 2020 selama minimal 14 hari ke depan,” kata Sri Nowo Retno dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2020).

Sri mengatakan, Bima Arya mempercayakan sepenuhnya penanganan masa isolasi dirinya di RSUD Kota Bogor. Sebab, rumah sakit itu sudah sangat siap untuk merawat pasien korona. RSUD Bogor sudah sejak jauh-jauh hari mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk mengantisipasi wabah Covid-19 di Kota Bogor.

“Wali Kota sudah juga sudah melaporkan kepada Gubernur Jawa Barat, Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Dalam Negeri melalui saluran telepon terkait dengan kondisi beliau,” katanya.

Komentar

News Feed