oleh

Satu Orang Tenaga Medis di DKI Jakarta Meninggal Dunia Akibat Corona

indonesiakita.co – Satu orang tenaga medis di Jakarta akhirnya meninggal dunia karena virus corona, atau Covid-19. Hal ini dikonfirmasi oleh gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sebagai informasi, satu korban tersebut merupakan bagian dari 25 tenaga medis yang ada di Jakarta. “Ada 25 tenaga medis di Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19. 1 meninggal,” katanya, di Balaikota, Jakarta.

Anies juga meminta kepada masyarakat agar dapat menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Pesan yang tersebar izinkan kami bekerja di sini (di rumah sakit) izinkan kamu berdiam di rumah itu pesan yang sangat powerfull. Bila kita ingin sehat maka kurangi jumlah penderitanya caranya dengan mengurangi penularan,” sambungnya.

Anies juga menetapkan status ibu kota saat ini adalah tanggap darurat bencana wabah Covid-19. Status ini berlaku selama 14 hari ke depan sejak hari ini.

“Pada hari ini kita menetapkan bahwa Jakarta darurat bencana wabah Covid-19 sampai 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang menyesuaikan kondisi,” tambahnya lagi.

Adapun terkait saat ini, Anies menjelaskan bahwa status tersebut ditetapkan setelah melihat perkembangan jumlah kasus positif dan jumlah pasien dalam pengawasan serta yang meninggal akibat virus ini cukup signifikan. Status ini juga dibahas bersama dengan pihak Gugus Tugas Tim Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat nasional dan seluruh jajaran TNI-Polri dan pihak terkait.

Dia dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat khususnya warga Jakarta disiplin mengikuti arahan pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Jika terpaksa, Anies ingatkan tentang jarak batas aman untuk interaksi, social distancing.

“Ini mutlak harus dilakukan oleh semua pihak. Bila ini tidak dilaksanakan maka efektivitasnya menurun, potensi penyebarannya terus meningkat,” pungkasnya. (Fel)

Komentar

News Feed