oleh

Bikin Pertamina Bangkrut, Ahok Malah Mau Bubarkan Kementerian BUMN

indonesiakita.co – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tbk. Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok berencana membubarkan kementerian BUMN. Ia menilai, pembentukan super holding akan lebih maksimal, daripada saat ini.

“Kita harus ada semacam Indonesia Incorporation macam Temasek, sebelum Pak Jokowi turun,” tegasnya, dalam sebuah video berdurasi sekitar enam menit yang diunggah akun POIN di platform Youtube pada Senin (14/9/2020) kemarin.

Hal ini ia sampaikan bukan tanpa sebab. Mantan gubernur DKI ini mengatakan, bahwa banyak hal di Pertamina yang memancing emosinya, misal saja soal ada indikasi  permainan antar-direksi.

“Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tau saya, jadi direksi-direksi mainnya lobi ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan dari kementerian-kementerian,” tambahnya.

Selain itu, Ahok juga mempermasalahkan adanya birokrasi pengangkatan pejabat Pertamina yang disebutnya masih menggunakan sistem pangkat sehingga proses pemilihannya tidak proporsional.

“Dulu bisa kerja 20 tahun ke atas kalau mau jadi SVP. Sekarang semua mesti lelang terbuka. Gaji pokok dibuat gede-gede. Masa ada orang gaji pokoknya 75 juta, itu dia nggak kerja juga dapat segitu. Kita lagi ubah sistem itu,”tutupnya.

Sebagai informasi, kehadiran Ahok di Pertamina dinilai banyak pihak menjadi berantakan, karena ia dinilai belum mampu mengurus perusahaan pelat merah itu.

Bahkan, Pertamina mengalami kerugian sebesar US$ 767,92 juta atau sekitar Rp 11,13 triliun, dimana perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS.

VP Komunikasi Perusahaan PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman sebelumnya menjelaskan kerugian yang dihadapi perusahaan sepanjang semester pertama tahun 2020. “Pertamina menghadapi triple shock,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Senin, 24 Agustus 2020.

Ia menjelaskan ketiga syok itu adalah penurunan harga minyak mentah dunia, penurunan konsumsi BBM di dalam negeri, serta pergerakan nilai tukar dolar AS yang berdampak pada selisih kurs yang cukup signifikan. “Pandemi Covid-19 dampaknya sangat signifikan bagi Pertamina,” jelasnya, beberapa hari lalu di Jakarta. (Fel)

Komentar

News Feed