oleh

Negara Alami Kerugian, Luhut Justru Enjoy Bawa Pengusaha China Mainkan Ekspor Biji Nikel!

indonesiakita.co – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapat sorotan dari ekonom Faisal Basri. Kali ini, ia menilai sosok yang akrab dengan negara China itu kembali memiliki kebijakan yang sangat merugikan rakyat Indonesia.

Adapun yang menjadi perhatian Faisal Basri yakni terkait pelarangan ekspor bijih nikel, yang menurutnya telah mengacaukan penerimaan negara senilai puluhan triliun. “Indonesia tidak menerima pajak ekspor, karena ekspor dilarang,” tegasnya, di Jakarta, Sabtu (5/8) lalu.

Dengan kebijakan itu, justru mengakibatkan belasan pengusaha Cina datang ke Indonesia dan bisa mendapatkan harga separuh atau lebih dari harga internasional. Selain itu, para pengusaha itu juga difasilitasi pemerintah dengan tax holiday, meskipun syarat-syarat yang mereka miliki belum terpenuhi.

Ia menilai, bahwa pemberian tax holiday itu, membuat Indonesia kehilangan pendapatannya, terutama pendapatan yang berasal dari berbagai pungutan pajak. “Mereka bisa bawa pekerja bukan dengan visa pekerja, tapi visa turis. Sehingga negara kehilangan pendapatan lagi dari berbagai pungutan, baik pajak maupun US$100 per orang itu. PPN juga tak dapat. Saya hitung itu puluhan triliun,” jelas Faisal.

Tak hanya itu, bahkan kerugian negara juga dapat berasal dari kebijakan penjualan pabrik pemurnian atau smelter. Dimana saat ingin menjual smelter, pengusaha tidak bisa langsung menjualnya, melainkan harus lewat trader terlebih dulu. Padahal, dengan cara itu, satu dolar per ton dari hasil penjualan bijih nikel yang terdapat di dalam suatu smelter, akan langsung masuk ke kantong trader.

“Ini sudah keterlaluan dan sudah menjadi skandal nasional dan sudah seharusnya Luhut Panjaitan dipecat. Luar biasa. Luar biasa. Dan yang jadi jubir mereka adalah Kemenko Marves,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, jauh sebelumnya, Faisal Basri juga menilai bahwa Luhut lebih berbahaya daripada virus corona, atau Covid-19. Hal ini ia ungkapkan lewat akun Twitternya hari ini, dan mempersilahkan cuitannya dimuat media. “Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19,” kicau Faisal, Jumat (3/4) lalu.

Selain itu, Faisal juga mendesak agar presiden Jokowi segera memecat Luhut. ”Saya rasa Presiden harus menyingkirkan virus yang lebih berbahaya ini,” tegasnya. (Fel)

Komentar

News Feed