oleh

Perusahaan Adik Ipar JK Kena Kredit Macet di BRI Senilai Rp4 Triliun!

indonesiakita.co – PT Bosowa Corporindo disebut-sebut memiliki kredit macet di PT bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK sebesar Rp4 triliun. Hal ini diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.64/KDK.02/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT Bosowa Corporindo Selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bukopin Tbk pada 24 Agustus 2020 lalu.

Adapun kredit macet ini menjadi salah satu alasan di balik surat keputusan OJK mengenai penilaian kembali status perseroan sebagai pemegang saham Bank Bukopin.

Dimana dalam surat tersebut, penilaian kembali diberikan kepada Bosowa karena regulator menemukan adanya pelanggaran dari Bosowa berupa tidak melaksanakan perintah OJK. Perintah yang tidak dilakukan yaitu pemberian surat kuasa khusus kepada tim technical assistance.

Selain itu, Bosowa juga dinilai melakukan tindakan, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan untuk menghalangi masuknya investor lain dalam rangka peningkatan modal dan penyelesaian masalah likuiditas Bank Bukopin.

Kemudian, Bosowa juga disebutkan melakukan langkah-langkah untuk menggagalkan proses penyelamatan Bukopin, antara lain dengan memberikan surat kuasa yang tidak sah kepada OJK, serta memiliki kredit macet yang tidak dapat diselesaikan berdasarkan data dan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Diketahui, data nilai kredit macet yang dimiliki Bosowa di Bank BRI yakni sekitar Rp4 triliun per 28 Juni 2020 dari salah satu sumber. Kredit tersebut diberikan kepada PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Duta Energasindo.

Sementara itu, Dirut Bosowa Corporindo Rudyantho menyayangkan isu kredit macet tersebut muncul saat pihaknya berupaya membela hak yang seharusnya dimiliki sebagai pemegang saham di Bank Bukopin. Kredit macet Bosowa di BRI pun dinilai merupakan isu lama yang sengaja dimunculkan kembali.

“Jangan isu itu muncul saat kami mau membela hak kami, kenapa baru sekarang. Kami mau jaga semua pihak, kami juga mau jaga teman-teman OJK,” ungkapnya, kemarin.

Sedangkan Direktur Keuangan Bosowa Corporindo Evyana Mukti menegaskan penunjukan BRI sebagai technical assistance Bank Bukopin tidak berkaitan dengan kualitas portofolio kredit Bosowa di bank BUMN tersebut.

Penunjukkan BRI sebagai technical assistance sudah berdasarkan kesepakatan tiga pemegang saham yakni Bosowa, Kopelindo, dan KB Kookmin Bank. Ia menjelaskan, bahwa Bosowa setuju atas penunjukan BRI memberi technical assistance ke Bukopin karena merupakan bank BUMN. Penyelamatan Bukopin dinilai akan mudah dilakukan oleh BRI, yang memiliki likuditas lebih besar. “BRI alihkan satu deposannya saja sudah beres, karena kami secara size lebih kecil,” jelasnya.

Sebagai informasi, Bosowa Corp adalah perusahaan induk (holding company) yang memiliki berbagai bidang bisnis, mulai dari Otomotif, Semen, Logistik & Transportasi, Pertambangan, Properti, Jasa Keuangan, Infrastruktur, Energi, Media, dan Multi Bisnis.

Pendiri Bosowa adalah Aksa Mahmud, yang merupakan adik ipar dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Fel)

Komentar

News Feed