oleh

Cerita Menarik Rizal Ramli Bereskan Utang RI dengan Jerman dan Kuwait, Ada Hadiah Pula!

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, bahwa secara teknis, negara telah memasuki resesi. Namun, menurutnya pemerintah berupaya menjelaskan hal yang berbeda.

“Saya lihat ada kebiasaan berbohong. Menular rupanya penyakit itu. Menkeu (Menteri Keuangan/Sri Mulyadi) mengatakan kita belum resesi. Ini kok bisa Menkeu kayak orang bohong bilang belum resesi,” tutur Rizal dalam diskusi virtual dengan RMOL, Jumat, 21 Agustus 2020 lalu.

Rizal juga menyebutkan, bahwa pemerintah kerap menggunakan utang sebagai cara untuk menghadapi krisis. “Ya begini kalau solusi hanya diselesaikan dengan hutang dan hutang lagi,” ujarnya saat itu.

Berbicara soal utang, tampaknya ada cerita menarik yang dilakukan oleh mantan Menko Ekuin era Gusdur ini. Dimana saat itu kata Rizal, pemerintah dapat membayar hutang dengan bunga yang murah, bahkan mendapat hadiah untuk pembangunan sebuah fly over di Bandung, Jawa Barat.

Redaksi indonesiakita.co mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara dengan Rizal di kediamannya. Berikut petikan wawancara dengan Rizal Ramli;

Redaksi: Pak Rizal, bagaimana bisa pemerintah Gusdur saat itu bisa membayar hutang dengan bunga murah, bahkan ada hadiah pembangunan fly over di Bandung?

Rizal Ramli: Saat itu di era Gusdur, Menkeu Kuwait bicara pada saya., dia katakan pihaknya selalu mendapat tekanan di parlemen karena hutang Indonesia. Saya katakan, Indonesia mampu membayar hutang, tapi dengan bunga yang murah.

Dia tanya apakah bisa bayar seluruh  utang  RI ke Kuwait. Nanti mereka akan beri pinjaman baru. Saya katakan, Indonesia akan membayar hutang ke Kuwait, tapi ditukar dgn utang baru dengan bunga yang lebih murah.

Redaksi: bagaimana reaksi mereka?

Rizal Ramli: Beliau senang, dan bulan depan datang lagi ke kita, karena mereka tak perlu lagi menghitung ekonomi kita lagi untuk menjawab parlemen Kuwait. Dia katakan mau kasih hadiah, pak Rizal..kami ucapkan terimakasih , dan kami ingin berikan hadiah.

Saya katakan, waktu saya kuliah di Bandung, kalau mau masuk Bandung itu jalannya macet. Bisakah kalian buatkan fly over di daerah Surapati.. mereka katakan bisa, dan akhirnya ya sekarang bisa dirasakan… menggunakan infrastruktur tak perlu bayar, dan masyarkat juga tidak lagi kesulitan lalulintas di wilayah tersebut.

Redaksi: Ada lagi cara menyelesaikan hutang dengan cara lain yang anda lakukan?

Rizal Ramli: Jerman kerjanya kritik kita terus, Indonesia (dibilang) tukang ngerusak lingkungan hidup, hutan dihancurin, kemudian merusak paru-paru dunia. Akhirnya saya ketemu sama menteri keuangan Jerman, kita win-win solution. Kenapa enggak kamu potong utang Indonesia 400 juta dolar, kita sediakan 300 ribu hektare di Kalimantan untuk konservasi.

Kita lakukan 5 tahap, dia setuju. Dia potong utang Indonesia 400 juta dolar kita sediakan 300 ribu hektare untuk konservasi. Sayangnya pemerintahan Gus Dur jatuh, kita enggak bisa lanjutin 3 tahap berikutnya. (Fel)

Komentar

News Feed