oleh

Rizal Ramli Bongkar Liciknya Pejabat Keluarkan Kebijakan dan Berlindung di Balik Imunitas!

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli menyebut kebijakan pemerintah dalam mengatasi kondisi ekonomi RI tak sesuai dengan apa yang disampaikan. Pasalnya, menurut mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB ini, rakyat Indonesia betul-betul sudah merasakan kesulitan di berbagai hal.

“Kalau melihat janjinya manis ya..nyaris betul-betul tidak ada yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat kita. Kalau stimulus yang dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan besar atau korporasi, pertanyaannya yang punya pabrik hari ini diberikan stimulus, memang mereka (pengusaha) mau meningkatkan produksi?… mereka akan rugi, karena tidak ada permintaan,” tegas Rizal.

Menurut Rizal, yang seharusnya dipompa adalah permintaan. “Kalau ada permintaan dari golongan menengah ke bawah dan mereka ada uang pasti mereka belanjakan, jadi memang.. saya belum melihat adanya arah kebijakan yang betul-betul berpihak pada masyarakat menengah ke bawah” tambah Rizal.

Ia juga menyayangkan berbagai macam keputusan pemerintah yang jelas menurutnya sama sekali tidak mementingkan keinginan rakyat yang sudah mengalami kesulitan. “Jelas… seharusnya dalam kondisi krisis seperti saat ini, yang jadi prioritas adalah masyarakat menengah ke bawah yang betul-betul merasakannya,” ungkapnya.

Adapun terkait banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Indonesia, menurut Rizal hal ini disebabkan oleh langkah-langkah kebijakan makro ekonomi masih menyedot likuiditas dari masyarakat.

Selain itu, menurutnya, sejumlah direksi di perbankan mengalami ketakutan, karena kebijakan pemerintah jelas mempersulit dan membahayakan posisi mereka. “Birokrasi saat ini ketakutan, direksi-direksi bank cerita sama saya, bahwa mereka (direksi) saat ini juga ketakutan, karena mereka rawan dipenjara akibat tandatangan kebijakan pemerintah, sementara pejabat negara memiliki imunitas. Hal ini terjadi karena pimpinan semua lepas tanggung jawab.

“Jadi.. ini jelas.. yang mengalami resesi itu adalah masyarakat menengah ke bawah, sementara pejabat tidak mengalami resesi, karena mereka berlindung di balik imunitas itu sendiri,” tutup Rizal. (Fel)

Komentar

News Feed