oleh

India Blokir 47 Aplikasi dari China, Rizal Ramli: Pemerintah Berani Gak ya?

indonesiakita.co – Pejabat di Kementerian informasi India mengungkapkan, bahwa pihaknya tak hanya melakukan pemblokiran terhadap Tik-tok, melainkan ada 47 aplikasi yang ditutup. Adapun hal ini dilakukan menyusul faktor keamanan dan data privasi nasional yang menurutnya harus dijaga oleh negara.

“Kami telah memblokir 47 aplikasi dari China berkaitan dengan perhatian pemerintah tentang privasi dan keamanan data,” ujar salah seorang pejabat tersebut seperti dikutip dari AFP, Senin (27/7/2020).

Diketahui, langkah tersebut dilakukan sejak diputuskan pada Jum’at (24/7) lalu. “Perintah [pemblokiran] ini diterbitkan Jumat lalu (24/7/2020). Sebagian besar dari 47 aplikasi ini diblokir dengan alasan yang sama dengan 59 aplikasi yang telah diblokir dan kebanyakan merupakan versi lite dari aplikasi China yang sebelumnya sudah diblokir.”tegasnya.

Memang, sampai saat ini, hubungam kedua negara (China-India) sedang memanas karena sengketa perbatasan kedua negara di daerah Himalaya. Sentimen anti-China berkembang di India sejak pertengahan Juni 2020 dengan seruan untuk memblokir produk China.

Bahkan, dikabarkan, India terus melakukan tekanan dengan rencana penambahkan pemblokiran terhadap 275 aplikasi lainnya termasuk game online populer PUBG Mobile yang dimiliki oleh Tencent.

Sebagai informasi, selain aplikasi digital, China juga ternyata banyak memiliki produk yang hadir di India. Sebut saja mainan, kosmetik, tas tangan, barang elektronik rumah, farmasi, suku cadang kendaraan hingga baja.

Menanggapi hal ini, ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, bahwa ia tak yakin pemerintah Indonesia juga akan melakukan hal yang sama dengan India. Padahal ironisnya, Indonesia memiliki banyak potensi pada generasi muda, dan seharusnya bisa dimanfaatkan sekaligus menciptakan RI sebagai produsen aplikasi di Asia Tenggara.

“Indonesia berani ndak ya? Padahal pasar domestik sangat besar, penduduk 270 jutaan, mayoritas muda, kesempatan besar untuk jadi produsen Apps di Asia Tenggara & bamyak kerjaan untuk anak2 muda. Tapi perlu pemimpin mental jagoan, bukan penghamba,” tegasnya singkat. (Fel)

Komentar

News Feed