oleh

Rizal Ramli: Beri Saya Satu Tahun, Insya Allah Krisis Ini Akan Selesai!

indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli menyatakan, bahwa banyak saat ini pemerintah tidak bersyukur terhadap kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bahkan menurutnya, banyak pejabat lebih memilih meminta-minta kepada pihak asing.

“Indonesia itu seperti ada cawan emas di atas… tapi bangsa kita, pejabat kita justru lebih senang memotong kelapa, batoknya dijadikan tempat untuk meminta-minta kepada pihak asing,” tegasnya, kemarin di Jakarta.

Menurut Rizal, hal tersebut menggambarkan ketidak mampuan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah di Indonesia. “Sebetulnya masalah, terutama di sektor ekonomi kita ini tidaklah sulit. Tapi yang jadi masalah adalah pemerintah saat ini tidak mengetahui bagaimana cara mencari jalan keluarnya,” ungkap Rizal.

Ia lantas menjelaskn, bagaimana cara seharusnya Indonesia bisa keluar dari krisis ekonomi yang membuat berbagai macam kondisi saat ini mengalami kesulitan.

“Jadi…gak usah mikirin (pengusaha) yang gede-gede, yang gede mah udah tau jalannya sendiri. yg penting, presiden itu pemimpin harus jelas hatinya. saya kadang2 bertanya2 pak Jokowi kan dari rakyat biasa, masa lihat rakyat susah gak ada hatinya,” tambahnya.

Menurutnya, presiden merupakan pemimpin negara, dan bisa memberikan tugas kepada pihak-pihak yang memahami akar masalah pada Indonesia. “Kan tinggal ngomong, cari jalan donk. pasti ada yang pinter yang tau jalannya. Mohon maaf, kalau Rizal Ramli yg pimpin gampang nih, mau ekonomi nanti minus 3 persen atau minus 4 persen, kasih waktu saya 1 tahun, insya Allah kita akan bereskan krisis ini.

“Sederhana ilmunya, pompa yang bawah. yang miskin itu yg bawah, yang gak bisa ngapa-ngapain… pasti dia belanja, ekonomi hidup. kalau kita kasih uang, di-bailout yang gede-gede. ini kan kalau baca di koran, untuk krisis ini tadinya 600 triliun, seminggu naik 800 triliun, trus naik lagi jadi 1000 triliun. koq bisa makin lama makin gede, koq rakyat 6 bulan ini gak ngerasain apa2,” tegas mantan Menko Ekuin era Gusdur ini.

Rizal menambahkan, bahwa saat ini pemerintah terlalu sibuk melobi yang besar-besar, sehingga tidak membaca peluang dari hal yang kecil. “Sederhana. karena dilobby sm yg gede2. kata mereka, bantuin kita juga donk. akhirnya defisit (?) dinaikkin, pakai uang minjem, mau nyetak uang. tapi esensinya sederhana. kalau yg gede kita kasih uang Rp 1 triliun, perusahaan yang kapasitas pabriknya turun ke hanya 30%. gak mungkin dia kasih uang itu untuk naikkan kapasitas pabriknya ke 100%.

“Karena gak ada permintaan! gak ada yang mau beli. akhirnya yang Rp 1 trilun dipakai spekulasi, dipakai beli mata uang asing, beli emas, pakai beli tanah. atau rumah yg harganya sudah jatuh 50%. jadi logikanya harus dibalik. ciptakan dulu permintaan, dengan mompa daya beli yang golongan menengah ke bawah! otomatis (ekonomi) selamat!,” tukasnya. (Fel)

Komentar

News Feed