oleh

Kemenkeu Rombak Program Pemulihan Ekonomi, Rizal Ramli: Ngatur Negara Kok Coba-coba?

indonesiakita.co – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan, bahwa pihaknya akan merombak desain stimulus program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Adapun saat ini yang menjadi fokus adalah prioritas program mana yang didahulukan, atau bahkan diganti dengan yang baru.

“Kami sekarang sedang menyisir program mana yang kemungkinan besar tidak akan menggunakan anggarannya lalu kalau itu sudah diketahui akan kami ubah programnya, atau ganti dengan program yang sudah berjalan sehingga uang itu akan mengalir ke masyarakat,” ujarnya dalam webinar Mid-Year Economic Outlook 2020, Selasa (28/7).

Febrio menambahkan, dimana salah satu program yang menkanismenya kemungkinan dirombak adalah pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja bergaji kurang dari Rp200 juta demi mengurangi beban mereka dari tekanan corona.

“Ini adalah insentif kelas menengah sebenarnya. Ada masalah teknis yang perlu segera kami perbaiki. Harapannya gerakan kami ubah desainnya dengan lebih baik sehingga uangnya akan lebih banyak dan dapat cepat mengalir ke masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, ekonom senior Rizal Ramli menyatakan apa yang dilakukan oleh Kemenkeu seolah terlihat lembaga tersebut tidak matang dalam memberikan keputusan atas program yang telah dibuat. “Bagus Ngaku, tapi ngatur negara kok dijadikan upaya coba2, experimental?,” tanya Rizal.

Ia juga menyinggung, apa yang dilakukan pemerintah, terutama di sektor keuangan tak membuahkan hasil. Karena memang, saat ini terus terjadi penambahan dana dalam penanganan corona. “Pantas nyaris tidak ada dampaknya, walaupun biayanya naik terus!,” tutup Rizal. (Waw)

Komentar

News Feed