oleh

Tiba-tiba 150 Ribu Hektar Lahan Pertanian di Sumsel Raib!

indonesiakita.co – Pendataan lahan pertanian di provinsi Sumatera Selatan dinilai tidak akurat. Bahkan, hasil perhitungan tersebut mengakibatkan 150 ribu hektare lahan pertanian berkurang.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaku kecewa, dimana data tersebut diambil tiga tahun silam atau 2017 dan tidak sesuai dengan realitas luasan lahan pertanian yang ada. Hal ini disebabkan murni kesalahan manusia.

“Mungkin saat pendataan, saat dipotret sedang dalam kondisi banjir. Karena lahan sawah di Sumsel kalau sedang banjir seperti lautan. Sehingga tidak terdata dan berkurang hampir 150 ribu hektare,” ujarnya, kemarin.

Ia mengatakan, bahwa perluasan lahan sawah melalui program Serasi yang mendapat kuota sebanyak 200 ribu hektare. Realisasi di Kabupaten Banyuasin saja mencapai 67 ribu hektare tetapi tidak ada penambahan di tahun tersebut untuk luasan lahan sawah.

“Datanya kok tidak bertambah. Padahal di Banyuasin saja realisasinya sudah 67 ribu hektare,” jelas Deru

Atas hal itu, ia mendesak, agar pihak terkait mendata ulang dan merivisi data luasan lahan pertanian yang lebih akurat. Apalagi dari tahun ke tahun areal pertanian di Bumi Sriwijaya terus bertambah. “Data itu harusnya direvisi sejak 2017, diperbaiki dengan realita yang ada di lapangan. Untung saja, semangat petani tetap menggelora untuk bertani,” sambungnya.

Adapun menurutnya, kebijakan pemerintah bergantung pada luasan lahan yang ada, seperti bantuan benih, kuota pupuk bersubsidi dan alat mesin pertanian. Hal ini juga berpengaruh terhadap produksi pertanian di daerah yang sejak dulu dikenal sebagai lumbung pangan nasional itu.

“Kita harus komitmen mengenai keakuratan data ini karena berimbas kepada kebijakan. Saya akan kumpulkan pihak terkait pada 27 Juli nanti untuk mendapatkan data yang pasti mengenai luasannya,” tutupnya.

Sebagai informasi, awal tahun lalu Sumsel melakukan panen raya mencapai 318.765 hektare atau sekitar 67,72 persen dari luas lahan sawah seluas 470.672 hektare. Panen raya dilakukan di sejumlah sentra produksi beras, seperti Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, dan beberapa daerah lain. (Waw)

Komentar

News Feed