oleh

BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Negatif, Jokowi Terus Meradang

indonesiakita.co – Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi negatif nasional yang akan terjadi di triwulan II, bisa berlanjut di triwulan III-2020. Hal ini disampaikan oleh Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung dalam webinar di Jakarta, Kamis.

“Pertumbuhan di triwulan III, kami perkirakan dari BI, ada kemungkinan masih negatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa proyeksi itu dapat terjadi karena berbagai sektor korporasi, UMKM maupun rumah tangga belum menunjukkan adanya tanda-tanda pertumbuhan signifikan akibat adanya COVID-19.

Juda juga mengharapkan berbagai kebijakan fiskal maupun moneter yang sudah dirumuskan oleh otoritas terkait dapat berjalan efektif agar pemulihan ekonomi dapat segera berjalan. “Ini balapan dengan waktu, bagaimana kebijakan pemerintah dan KSSK dapat efektif untuk mencegah terjadinya risiko resesi yang dalam,”tukasnya.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 akan berada di zona negatif yaitu antara minus 5,08 persen-minus 3,54 persen dengan titik tengah minus 4,3 persen.

Sementara itu, presiden Jokowi mengingatkan jika perekonomian pada kuartal III 2020 tidak meningkat, maka kondisi ekonomi pada kuartal selanjutnya berpotensi lebih sulit.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, meminta jajaran kementerian/lemabga dan instansi terkait di sektor perekonomian untuk bekerja keras memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi pada kuartal III 2020 atau periode Juli, Agustus, September 2020.

“Kita berharap di kuartal ketiga, kita sudah harus naik lagi kalau enggak, enggak ngerti lagi saya, betapa akan lebih sulit kita,” ujarnya, dalam Acara Penyaluran Dana Bergulir Untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

Selain itu, Jokowi meminta pemulihan konsumsi masyarakat dan ekspor yang sudah terjadi di Juli 2020, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku usaha dan juga lembaga pembiayaan termasuk koperasi untuk mengungkit perekonomian.

Dana bergulir ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) yang disiapkan sebesar Rp1 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kata Presiden, perlu segera dikucurkan kepada koperasi.

“Kita inginkan semua koperasi bergerak, UMKM juga pada awal Agustus juga akan kita berikan kepada 12 juta UMKM yang kita namakan bantuan modal kerja produktif kepada 12 juta UMKM yang kita harapkan juga akan mengungkit ekonomi kita,” tambahnya.

Para menteri dan pimpinan lembaga negara juga diminta Presiden untuk mempercepat realisasi anggaran agar memberi efek berlipat ke sektor riil. “Saya sampaikan ini juga kepada semua menteri agar belanja APBN di tiga bulan ini. Kesempatan kita ada di sini,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed