oleh

Bupati Probolinggo Ngamuk TDL Naik 275%, Rizal Ramli: Ini Permainan Mantan Pejabat PLN!

indonesiakita.co – Kenaikan tarif dasar lisyrik (TDL) ternyata tak hanya dirasakan oleh masyarakat. Namun, Bupati Probolinggo P. Tantriana mengungkapkan kekecewaannya terhadap adanya kenaikan tarif listrik hingga 275 persen di rumah pribadinya.

Bahkan, ia melontarkan kekesalannya di akun sosial media miliknya. “Tagihan listrik gila-gilaan. Setelah bulan lalu naik sekitar 75% dari bulan sebelumnya, bulan ini naik 200% dari bulan lalu. Jadi jika dibanding tagihan bulan April, bulan ini naik 275 %. Apakah ada yg mengalami seperti saya? Wajarkah?”, ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, tahap demi tahap kenaikan yang dialami pada tarif listrik dan mempertanyakannya, apakah ada masyarakat yang mengalami hal sama seperti yang dialaminya.

” Tagihan listrik gila-gilaan. Setelah bulan lalu naik sekitar 75% dari bulan sebelumnya, bulan ini naik 200% dari bulan lalu. Jadi jika dibanding tagihan bulan April, bulan ini naik 275 %. Apakah ada yg mengalami seperti saya? Wajarkah?”, keluh Tantri dalam unggahannya.

Dimana pada tangkapan layar Tagihan listrik bulan Juli di kediaman pribadi Bupati Probolinggo P Tantriana Sari naik hingga 275 persen Pada unggahan tersebut, Tantri tidak menyebutkan berapa jumlah tagihan listriknya. Dia hanya mengatakan tagihannya terus-menerus naik, hingga 275 persen. Saat dikonfirmasi, bupati membenarkan bahwa dia mengunggah kekecewaannya di media sosial. “Betul, hanya sudah saya hapus (unggahan) karena ada misskomunikasi, dan PLN berjanji akan cek meterannya,” kata Tantri.

Menanggapi hal ini, ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, bahwa ia mengaku prihatin dengan adanya kenaikan yang cenderung tanpa pemberitahuan sejak awal kepada masyarakat.

“Ini kan sangat luarbiasa, biasanya pada beberapa tahun lalu, setiap ada rencana kenaikan selalu diberitahukan kepada masyarkat. Agar apa?, masyarakat bisa mengantisipasinya, tapi ini,” ujarnya, hari ini saat dikonfirmasi.

Rizal juga menyoroti adanya kenaikan dalam sistem pebelian pulsa listrik dengan sistem token. Dimana menurutnya, banyak terjadi kejanggalan antara potongan harga dan nilai pulsa listrik yang diterima masyarakat.

“Bayangkan saja, kita beli pulsa token 100 ribu, yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan apa yang dibeli. Bahkan sampai mencapai 30 persen potongan, dan ini sangat luar biasa memeras rakyat kita.

“PLN harus menjelaskan ini, yang pertama, mengapa tarif listrik bisa naik dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan kepada masyarakat, kemudian yang kedua, mengapa potongan sampai 30 sampai 35 ribu terhadap pembelian token. Saya paham betul, ini permainan mantan-mantan pejabat PLN, dan direksi PLN harus menindak tegas dalang di balik permainan ini,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed