oleh

Indef Sarankan Kartu Prakerja Dialihkan ke Bansos

indonesiakita.co – Ekonom INDEF Bhima Yudhistira pun menyarankan pemerintah untuk menyalurkan secara cepat dana bantuan sosial (bansos) yang telah dianggarkan. Karena selain banyak menuai kritikan, langkah tersebut menurutnya agar lebih tepat sasaran.

“Untuk jaga daya beli masyarakat, bansos harus lebih cepat disalurkan dengan data yang valid,” ujar Bhima di Jakarta.

Ia menilai ada beberapa program stimulus yang tidak tepat dan kurang bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak pandemi corona.Kemudian, terkait situasi seperti saat ini, masyarakat lebih membutuhkan bantuan dana bansos untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

“Terakhir, rombak total program stimulus yang tidak tepat, bahkan jatuh ke pemborosan, misalnya kartu prakerja itu, sudahlah dioper saja dananya ke bansos tunai,” sambungnya.

Selain itu, Bhima melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu melakukan perombakan pada kabinetnya yang dianggap kurang kompeten dalam menangani pandemi berujung krisis ini. “Terakhir solusi final, segera ganti menteri yang tidak kompeten,” jelasnya.

Adapun memang, sebelumnya presiden Jokowi menyebut krisis yang terjadi saat ini ‘mengerikan’. Para ekonom pun menyampaikan prediksi mereka terkait seperti apa bentuk kurva pemulihan ekonomi tanah air.

Bhima pun pesimis ekonomi Indonesia akan pulih dengan bentuk V shape.

Hal itu karena sejak awal, pembentukan kabinet Indonesia Maju tidak dipersiapkan untuk menghadapi krisis ekonomi. “Tantangannya, apakah bisa ekonomi Indonesia pulih seperti bentuk V shape? Nampaknya sulit, karena kabinet dibentuk bukan untuk antisipasi krisis melainkan kabinet akomodatif secara politik,” ungkapnya.

Selanjutnya, dalam menangani dampak corona yang berimbas pada terjadinya krisis ekonomi ini, realisasi stimulus pemerintah terhadap sejumlah sektor pun dinilai lamban.

Yang paling ‘mencolok’, kata dia, adalah lambannya realisasi untuk bidang kesehatan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Kemudian realisasi stimulus cenderung lambat terutama di bidang kesehatan dan UMKM,” pungkasnya. (Waw)

Komentar

News Feed