oleh

Mafia TDL Listrik, Rizal Ramli: Giliran ke Apartemen Mereka Jual Murah, Kenapa untuk Masyarakat Mahal?

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli meminta kepada pihak pihak terkait agar mempertanyakan kenaikan tarif listrik yang terjadi beberapa pekan lalu. Ia berharap agar masyarakat luas mengetahui bahwa ada ‘patgulipat’ dalam kenaikan tarif listrik.

“Sebetulnya tidak ada alasan PLN untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) ngakal-ngakalin dari konsumen supaya dapat lebih tinggi, ya mungkin pemerintah kesulitan juga untuk membantu masalah ini,” ujarnya dalam sebuah diskusi dengan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di Jakarta.

Rizal juga meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta masyarakat menganalisa lebih mendalam. Selain itu menurutnya, ada kecurangan dalam penjualan tarif listrik untuk apartemen atau pun real estate.

“Jadi…real estate atau apartemen yang tinggi itu, yang menggunakan tarif industri murah sekali, padahal mereka jual apartemen itu ke konsumen dengan harga mahal dari tarif normal, mereka ini diuntungkan, beli murah dengan jual harga yang mahal. Masyarakat harus dorong agar apartemen mewah ini tidak memiliki tarif yang murah, tapi giliran untuk masyarakat harganya seenaknya saja” ungkapnya.

Mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB ini juga mendesak agar perilaku monopoli dalam skema penjualan tarif listrik ini disudahi. “Karena ini akan merugikan negara, dan tentunya masyarakat yang jelas-jelas merasakannya. Oleh karena itu, ada regulasi undang-undang terkait agar konsumen dilindungi,” tegasnya.

Sementara itu, Tulus Abadi menyatakan, bahwa pihaknya menyadari adanya kenaikan tarif listri dikarenakan adanya kecerobohan dari manajemen PLN. “Ya, saya kira melonjaknya tagihan listrik kepada konsumen akhir-akhir ini, karena adanya kecerobohan dari manajemen PLN, terutama selama pandemi ini,” tegas Tulus.

Ia menambahkan, bahwa dengan kenaikan tersebut mengakibatkan masyarkat mengalami kesulitan. “Masyarakat shock (kaget-red) karena memang ada kenaikan yang sifatnya rasional dan tidak rasional,” ungkapnya. (Fel)

Komentar

News Feed