oleh

Pemkot Solo Tak Mampu Bayar Tagihan PLN

indonesiakita.co – Pemerintah Kota Solo masih belum mampu melakukan pembayaran pajak listrik ke PT PLN untuk bulan Juni hingga Desember mendatang. Ironis, bahkan permohonan penangguhan pembayaran yang diajukan ke PT PLN UP3 Surakarta pun ditolak.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Solo, yakni Didik Hermawan mengatakan, sejak tahun 2019 pihaknya telah mengusulkan agar Pemkot Solo menghemat Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Sebaiknya Pemkot Solo belajar dari Pekanbaru dalam penghematan PJU secara mandiri dan efisien. Karena sejak tahun 2019 kami sudah mengusulkan untuk menghemat Penerangan Jalan Umum Kota Solo melalui meterisasi dan penggunaan lampu LED,” jelasnya, kemarin.

Adapun dengan meterisasi dan lampu LED, dikatakannya, Pemkot Solo bisa menghemat besaran pajak 70-80 persen. Hal tersebut, lanjut dia, dapat dilakukan secara mandiri dan bertahap.

“Tahun 2020, Pekanbaru telah membuktikan bisa melakukan meterisasi PJU dan penggantian lampu LED. Itu dilaksanakan secara mandiri tanpa pinjaman badan usaha yang besarnya miliaran rupiah,” ungkapnya.

Didik menambahkan, bahwa konsep yang akan dijalankan Pemkot Solo melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dinilai akan membebani keuangan daerah. Karena, melalui program meterisasi dan ganti lampu LED PJU sebesar Rp 960 miliar tersebut, Pemkot Solo harus mengangsur selama 15 tahun.

“Dengan angsuran per tahun Rp64 miliar akan membebani keuangan daerah. Jadi seharusnya, Solo perlu belajar dari Kota Pekanbaru,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed