oleh

Stafsus Airlangga Ngaku Ekonomi RI Tumbang

indonesiakita.co – Ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami kontraksi cukup dalam pada Kuartal II-2020 yaitu di kisaran 3 – 4 persen. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Reza Yamora Siregar, dalam sebuah diskusi daring di Jakarta.

“Kuartal II memang ekspektasinya negatif. Kalau saya liat di pasar ekspektasi market segala macam itu minus 3 persen sampai sampai 4 persen,” ujarnya.

Ia mengatakan asumsi tersebut dibuat berdasarkan adanya penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menyebabkan aktivitas perekonomian melemah sejak Maret hingga April 2020.

Selain itu menurutnya, adanya penurunan aktivitas perekonomian terjadi hampir di semua sektor kecuali telekomunikasi dan kesehatan seperti perdagangan, pertanian, transportasi, serta pariwisata. “Kalau kita lihat Maret ke April turun drastis lalu dari April ke Mei indikator kami menunjukkan angkanya tidak memburuk tapi juga belum ada rebound yang signifikan,” sambungnya.

Reza berharap dengan adanya penerapan normal baru atau new normal di beberapa wilayah akan mampu membuat aktivitas perekonomian menjadi lebih bergerak sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Kuartal III-2020. “Kalau perekonomian, pelonggaran PSBB, dan PEN ini jalan maka kita akan mulai melihat pick up pada Kuartal III dan lebih jelas lagi positif pada Kuartal IV,” ujarnya.

Adapun saat ini pemerintah jelasnya, masih optimistis bahwa ekonomi Indonesia secara keseluruhan untuk tahun ini tetap tumbuh positif atau jauh dari prediksi IMF sebesar 0,5 persen dan Bank Dunia nol persen.

“Pemerintah sendiri mengharapkan secara keseluruhan 2020 masih bisa tumbuh positif. Meskipun kalau pada awalnya masih di level 3,2 persen lalu sekarang hanya di 1 persen. IMF justru di 0,5 persen dan Bank dunia nol persen,” tutup Reza. (Fel)

Komentar

News Feed