oleh

Erick Thohir Akui BUMN Keok

indonesiakita.co – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyampaikan bahwa 90 persen perusahaan negara terkena dampak pandemi COVID-19. Kendati demikian, ada sejumlah perusahaan di beberapa bidang yang tidak terdampak.

Adapun yang dimaksud Erick adalah perusahaan sektor telekomunikasi, farmasi, dan perkebunan yang berhubungan dengan makanan. “Sebanyak 90 persen BUMN terkena Covid-19, hanya 10 persen yang bertahan,” tegasnya, hari ini.

Ia juga menjelaskan, akan melakukan efisiensi yakni merampingkan 27 klaster BUMN menjadi 12 klaster sehingga lebih fokus pada bisnis inti. Hal ini dilakukan karna menurutnya,  langkah tersebut disiapkan untuk memperkuat BUMN

“Kita menyiapkan peta jalan ketahanan energi, pangan, kesehatan. Nanti ada 12 klaster, tidak 27 klaster. Misal, BUMN farmasi dan rumah sakit menjadi satu kluster, BUMN semen dengan karya juga akan menjadi kluster supaya sesuai supply chain-nya (rantai pasok),” ungkapnya.

Erick juga menambahkan, bahwa ke depan, Indonesia akan berhadapan dengan sejumlah tantangan. yakni teknologi, logistik. “Dan tentunya Indonesia harus bisa berdikari dan mempertahankan rantai pasok,” jelasnya.

Adapun saat ini jelas Erick, bahwa Kementerian BUMN menaungi 142 perusahaan dan 800 anak serta cucu usaha BUMN. Proses pembentukan subholding telah dilakukan pemetaan sejak akhir 2019 dan terus berjalan hingga saat ini. (Waw)

Komentar

News Feed