oleh

Komisi XI Sebut Sri Mulyani Gagal, Rizal Ramli: Jokowi Dikibulin Abis!

indonesiakita.co –  Anggota Komisi XI Mukhammad Misbakhun menyesalkan adanya pelebaran defisit APBN 2020 yakni dari 5,07% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 6,27% terhadap PDB. Ia menilai, bahwa pemerintah belum bisa memprediksi biaya krisis atau biaya penyelamatan ekonomi yang menjadi acuan utama.

Dimana acuan tersebut tertuang dalam  Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

“Perihal perubahan besaran defisit ini menjadi buktikan bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati gagal melakukan prediksi yang akurat soal indikator ekonomi yang penting,”  tegasnya, kemarin di Jakarta.

Bahkan, politisi Golkar ini menyebut Sri Mulyani terlebih dahulu sudah gagal memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020  yang berada di level 4,5%-4,7% sebelum pelebaran defisit APBN 2020. Mengingat, rilis yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi hanya 2,97%.

“Karena sudah mendapatkan dukungan penuh dari DPR, saya meminta Menteri Keuangan memanfaatkan dukungan politik itu dengan penuh tanggung jawab dan professional,” kata Misbakhun.

Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut menyampaikan hal tersebut mencerminkan Menkeu Sri Mulyani terkesan seenaknya membuat prediksi dan melakukan perubahan justru disaat postur angka-angka yang ada di APBN baru saja disusun.

“Bagi saya ini menjadi ukuran kredibilitas dan kemampuan seorang Menteri Keuangan dalam menjalankan mandatnya sebagai pembantu presiden. Jangan sampai karena tidak bisa disusun dengan baik angka-angka dan sering berubahnya postur APBN membuat Presiden Jokowi menerima banyak kritik,” tutupnya.

Tak hanya Misbhakun, mengetahui hal ini, ekonom senior Rizal Ramli juga menyebut langkah yang dilakukan Sri Mulyani kerap cenderung membuat kerugian bagi ekonomi RI.  “Bener2 Menkeu amatiran, dalam waktu tidak lama, defisit anggaran  naik segesar 1,20% GDP, dari 5,07% menjadi 6,27% GDP. Defisit nambah  175,6 T, dari Rp 852,9 T menjadi Rp 1.028,5 T, kacau poll,” tegasnya hari ini.

Rizal juga menyebut janji Sri soal perbaikan kondisi perekonomian RI jauh dari harapan. Ia pun mencuitkan kegagalan Sri pada akun Twitter milik presiden Jokowi dan DPR RI. “@jokowi @DPR_RI dikibulin abisss” tutup Rizal. (Waw)

Komentar

News Feed