oleh

Dahlan Iskan Ingatkan Pemerintah Antisipasi Rontoknya Eksportir di Indonesia

indonesiakita.co – Pemerintah diharapkan dapat memprioritaskan bantuan dan dukungan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 kepada perusahaan-perusahaan eksportir. Karena, pada saat eksportir jatuh, akan berdampak kuat pada ekonomi domestik.

Adapun hal ini disampaikan oleh mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menyebutkan, bahwa eksportir tetap harus dijaga, agar semua pihak tidak mengalami kesulitan.

“Menurut saya yang nomor satu adalah para eksportir harus betul-betul dijaga jangan sampai perusahaan-perusahaan eksportir ini tumbang. Karena begitu tumbang, bukan hanya perusahaan itu saja yang sulit tetapi juga semua pihak termasuk bangsa Indonesia mengalami kesulitan,” kata Dahlan dalam seminar daring, kemarin.

Selain itu menurutnya, jatuhnya eksportir juga akan berefek pada jalur logistik. “Sebaiknya pemerintah memiliki daftar perusahaan-perusahaan eksportir yang harus dijaga agar jangan sampai perusahaan ini tumbang akibat pandemi COVID-19, termasuk dukungan apa yang harus diberikan,” tambah mantan direktur utama PLN itu.

Ia mengungkapkan, ekspor sangat diperlukan dalam era kebiasaan baru (new normal) akibat pandemi COVID-19. “Menurut pendapat saya sekarang ini kita memang harus berpihak kepada pelaku usaha, tetapi kita juga melihat peran pengusaha tersebut dalam menjaga perekonomian nasional,” sambungnya.

Dimana Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga sebelumnya menyampaikan, bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Maret 2020 membaik dan mengalami surplus sebesar USD 2,62 miliar. Perinciannya adalah surplus dari ekspor  nonmigas USD 5,7 miliar, sedangkan defisitnya bersumber dari migas sebesar USD 3,0 miliar.

Terpantau, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 41,8 miliar atau naik 2,91 persen dibandingkan Januari-Maret 2019. Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang masih menjadi negara utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia dengan pangsa masing-masing sebesar 15,1 persen, 12,2 persen dan 8,7 persen terhadap ekspor nonmigas periode Januari-Maret 2020. (Fel)

Komentar

News Feed